Jumlah pekerja di Kota Jakarta Selatan mengalami trend kenaikan dalam 15 tahun terakhir. Kemudian usai pandemi covid berakhir, untuk lima tahun terakhir, jumlah pekerja juga dalam tren naik. Tercatat pada tahun 2022 jumlah pekerja sebanyak 1,08 juta pekerja, kemudian jumlahnya turun dari tahun sebelumnya sebanyak 16,98 ribu pekerja menjadi 1,09 juta pekerja pada tahun 2024.
Data penduduk yang bekerja ini dihasilkan dari survei sakernas tahunan yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Definisi penduduk yang bekerja dalam metode survei sakernas di definisikan seperti berikut. Penduduk adalah mereka yang telah berusia 15 tahun ke atas.
(Baca: Jumlah Angkatan Kerja Periode 2013-2025)
Arti penduduk yang bekerja yakni mereka yang melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir. Bekerja selama satu jam tersebut harus dilakukan berturut-turut dan tidak terputus.
Sementara itu, menurut catatan BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Selatan pada Desember 2024, berkurang 0,16% menjadi 5,22% dibandingkan dengan Desember 2023. Dalam tujuh semester terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami tren penurunan melanjutkan tren semester sebelumnya yang juga sedang dalam masa penurunan.
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) bersumber dari BPS. Data diproduksi tahunan dengan satuan persen. Data ini tersedia untuk periode 2018-2024.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun ke atas. Mereka yang disebut pengangguran yakni:
a. Penduduk yang tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan.
b. Tidak punya pekerjaan dan sedang mempersiapkan usaha baru.
c. Tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.
d. Sudah punya pekerjaan/usaha, tetapi belum mulai bekerja/berusaha.
Definisi dari TPT adalah persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini, tercermin dari angka penduduk yang bekerja dan jumlah angkatan kerja yang dipublish BPS tahun ini. Jumlah angkatan kerja di Kota Jakarta Selatan mengalami trend kenaikan dalam 17 tahun terakhir. Tercatat pada tahun 2022 jumlah angkatan kerja sebanyak 1,14 juta pekerja dan di tahun 2024 naik menjadi 1,14 juta pekerja.
Dibandingkan kabupaten/kota lainnya, tingkat pengangguran terbuka di kabupaten/kota ini berada di urutan 136 secara nasional. Adapun rata-rata nasional tingkat pengangguran terbuka pada Desember 2024 yakni 4,1%.
Berkurangnya data tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Jakarta Selatan tidak terkait langsung dengan pertumbuhan ekonomi yang anjlok di tahun 2024. Perekonomian di wilayah ini pada 2024 lalu tercatat 5,17 persen. Sebelumnya pada 2023 pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota ini tercatat 5,32 persen.
Data Kependudukan di Kota Jakarta Selatan:
Jumlah penduduk di Kota Jakarta Selatan tercatat 2,36 juta jiwa data per 2024. Angka ini mengalami penurunan. Selama lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) jumlah penduduk di wilayah ini sebesar 0,82%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan lima tahun sebelumnya yang tercatat 0,75%.
(Baca: 0,8% Penduduk di Kabupaten Manggarai Beragama Protestan)
Dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk Kota Jakarta Selatan masuk dalam urutan lima besar, sementara bila dikelompokkan menurut pulau, kabupaten/kota ini di urutan 17.
Berikut ini jumlah penduduk menurut umur di Kota Jakarta Selatan pada Juni 2024 bersumber dari publikasi BPS :
- Umur 0-4 tahun 133,97 ribu jiwa (5,68%)
- Umur 5-9 tahun 186,45 ribu jiwa (7,9%)
- Umur 10-14 tahun 194,47 ribu jiwa (8,24%)
- Umur 15-19 tahun 176,47 ribu jiwa (7,48%)
- Umur 20-24 tahun 190,74 ribu jiwa (8,09%)
- Umur 25-29 tahun 179,37 ribu jiwa (7,6%)
- Umur 30-34 tahun 178,39 ribu jiwa (7,56%)
- Umur 35-39 tahun 178,16 ribu jiwa (7,55%)
- Umur 40-44 tahun 201,24 ribu jiwa (8,53%)
- Umur 45-49 tahun 191,38 ribu jiwa (8,11%)
- Umur 50-54 tahun 168,61 ribu jiwa (7,15%)
- Umur 55-59 tahun 135,01 ribu jiwa (5,72%)
- Umur 60-64 tahun 97,59 ribu jiwa (4,14%)
- Umur 65-69 tahun 65,81 ribu jiwa (2,79%)
- Umur 70-74 tahun 41,27 ribu jiwa (1,75%)
- Umur lebih dari 75 tahun 40,07 ribu jiwa (1,7%)