Polda Metro Jaya mengumumkan data Jumlah Mobil Penumpang di Kepulauan Riau per 3 Maret 2026 sebesar 246.861 Unit. Nilai ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,01% dibanding hari sebelumnya. Rata-rata 3 hari terakhir sebesar 246.777 Unit, sehingga kondisi hari terakhir menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tersebut. Sedangkan rata-rata 5 hari terakhir sebesar 246.652 Unit, yang juga menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibanding rata-rata 5 hari. Dalam 5 hari terakhir, ranking Kep. Riau di pulau Sumatera tetap berada di posisi 6, dan ranking se-Indonesia di posisi 16. Kenaikan tertinggi dalam data historis terjadi pada 17 Juni 2023 dengan pertumbuhan 125,06%, sedangkan penurunan terendah terjadi pada 16 Juni 2023 dengan penurunan 55,32% yang merupakan anomali karena nilai turun drastis dari 212.626 Unit menjadi 95.005 Unit sebelum kembali naik pesat keesokan harinya.
(Baca: Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI/Paket A di Sulawesi Tengah | 2024)
Kalimantan Timur
Kalimantan Timur menempati peringkat 1 di pulau Kalimantan dan peringkat 13 se-Indonesia untuk Jumlah Mobil Penumpang hari terakhir dengan nilai sebesar 368.138 Unit. Nilai ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,01% dibanding hari sebelumnya, dengan selisih nilai 38 Unit. Rata-rata 3 hari terakhir di Kalimantan Timur sebesar 368.098 Unit, sehingga kondisi hari terakhir menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, Kalimantan Timur memiliki nilai tertinggi, bahkan melebihi Banten yang berada di pulau Jawa dengan nilai 336.643 Unit. Rankingnya di pulau Kalimantan tetap stabil di posisi 1 selama beberapa hari terakhir, menunjukkan dominasi jumlah mobil penumpang di wilayah ini dibanding provinsi lain di pulau yang sama seperti Kalimantan Selatan yang berada di peringkat 2 dengan nilai 293.032 Unit. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas transportasi darat di Kalimantan Timur lebih tinggi dibanding provinsi lain dalam data perbandingan, yang mungkin disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang lebih besar di wilayah tersebut.
Banten
Banten menempati peringkat 5 di pulau Jawa dan peringkat 14 se-Indonesia untuk Jumlah Mobil Penumpang hari terakhir dengan nilai sebesar 336.643 Unit. Nilai ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,02% dibanding hari sebelumnya, dengan selisih nilai 55 Unit. Rata-rata 3 hari terakhir di Banten sebesar 336.561 Unit, sehingga kondisi hari terakhir menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, Banten berada di posisi kedua setelah Kalimantan Timur, dengan nilai yang lebih tinggi dibanding Kalimantan Selatan (293.032 Unit), Jambi (229.707 Unit), dan Aceh (226.021 Unit). Rankingnya di pulau Jawa tetap stabil di posisi 5 selama beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa jumlah mobil penumpang di Banten berada di level menengah dibanding provinsi lain di pulau Jawa yang lebih besar seperti Jawa Barat atau Jawa Timur yang tidak termasuk dalam data perbandingan ini. Kondisi ini mencerminkan bahwa Banten sebagai provinsi di sekitar Jabodetabek memiliki aktivitas transportasi yang cukup tinggi, meskipun tidak sebesar provinsi lain di pulau Jawa yang lebih padat penduduk.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Konstruksi di Papua Selatan | 2025)
Kalimantan Selatan
Kalimantan Selatan menempati peringkat 2 di pulau Kalimantan dan peringkat 15 se-Indonesia untuk Jumlah Mobil Penumpang hari terakhir dengan nilai sebesar 293.032 Unit. Nilai ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,02% dibanding hari sebelumnya, dengan selisih nilai 53 Unit. Rata-rata 3 hari terakhir di Kalimantan Selatan sebesar 292.985 Unit, sehingga kondisi hari terakhir menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, Kalimantan Selatan berada di posisi ketiga setelah Kalimantan Timur dan Banten, dengan nilai yang lebih tinggi dibanding Jambi dan Aceh. Rankingnya di pulau Kalimantan tetap stabil di posisi 2 selama beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa jumlah mobil penumpang di wilayah ini hanya kalah dari Kalimantan Timur di pulau yang sama, dan jauh lebih tinggi dibanding provinsi di pulau Sumatera seperti Jambi dan Aceh yang berada di peringkat bawah dalam data perbandingan. Kondisi ini menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan memiliki aktivitas transportasi darat yang cukup tinggi, seiring dengan pertumbuhan sektor ekonomi dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Jambi
Jambi menempati peringkat 8 di pulau Sumatera dan peringkat 18 se-Indonesia untuk Jumlah Mobil Penumpang hari terakhir dengan nilai sebesar 229.707 Unit. Nilai ini mengalami pertumbuhan sebesar 0,04% dibanding hari sebelumnya, dengan selisih nilai 100 Unit yang merupakan selisih tertinggi di antara provinsi dalam data perbandingan. Rata-rata 3 hari terakhir di Jambi sebesar 229.617 Unit, sehingga kondisi hari terakhir menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, Jambi berada di posisi keempat, hanya di atas Aceh dengan nilai 226.021 Unit. Rankingnya di pulau Sumatera tetap stabil di posisi 8 selama beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa jumlah mobil penumpang di Jambi berada di level bawah dibanding provinsi lain di pulau Sumatera seperti Kep. Riau yang berada di peringkat 6 dengan nilai lebih tinggi sebesar 246.861 Unit. Kondisi ini mencerminkan bahwa aktivitas transportasi darat di Jambi masih lebih rendah dibanding provinsi lain di pulau Sumatera yang memiliki ekonomi lebih berkembang, seperti Kep. Riau yang merupakan pusat perdagangan dan pariwisata di wilayah tersebut.
Aceh
Aceh menempati peringkat 9 di pulau Sumatera dan peringkat 19 se-Indonesia untuk Jumlah Mobil Penumpang hari terakhir dengan nilai sebesar 226.021 Unit. Nilai ini mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 0,03% dibanding hari sebelumnya, dengan selisih nilai 57 Unit. Rata-rata 3 hari terakhir di Aceh sebesar 225.978 Unit, sehingga kondisi hari terakhir menunjukkan kenaikan dibanding rata-rata tersebut. Dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan, Aceh memiliki nilai terendah, bahkan lebih rendah dibanding Jambi dengan nilai 229.707 Unit. Rankingnya di pulau Sumatera tetap stabil di posisi 9 selama beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa jumlah mobil penumpang di Aceh berada di level terendah di antara provinsi dalam data perbandingan, dan jauh lebih rendah dibanding provinsi di pulau Kalimantan dan Jawa seperti Kalimantan Timur, Banten, dan Kalimantan Selatan yang memiliki nilai jauh lebih tinggi. Kondisi ini mungkin disebabkan oleh faktor geografis yang membuat akses transportasi lebih terbatas, atau tingkat ekonomi yang lebih rendah dibanding provinsi lain dalam data perbandingan, yang berdampak pada jumlah mobil penumpang di wilayah tersebut.