Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan Provinsi Papua Selatan pada kuartal kedua 2025 mencapai 1080,65 Rp miliar. Dalam enam kuartal terakhir mulai dari kuartal pertama 2024 hingga kuartal kedua 2025, nilai PDRB ini menunjukkan fluktuasi: naik dari 1018,44 Rp miliar di kuartal pertama 2024 menjadi 1103,97 Rp miliar di kuartal pertama 2025, sebelum sedikit turun menjadi 1068,08 Rp miliar di awal kuartal kedua 2025 dan kembali naik menjadi 1080,65 Rp miliar di akhir kuartal. Pertumbuhan tertinggi terjadi di kuartal keempat 2024 sebesar 5,01 persen, sedangkan penurunan terendah terjadi di kuartal pertama 2025 turun 3,25 persen. Rata-rata pertumbuhan selama 3 kuartal terakhir adalah 0,98 persen, sedangkan rata-rata selama 5 kuartal terakhir adalah 1,23 persen, sehingga pertumbuhan kuartal kedua 2025 sebesar 1,18 persen berada di antara kedua rata-rata tersebut. Selama periode ini, Papua Selatan tetap berada di peringkat 3 di pulau Papua dan peringkat 30 secara nasional.
(Baca: Nilai PDRB ADHB Produk Domestik Regional Bruto Periode 2013-2025)
Dibandingkan dengan provinsi lain pada kuartal kedua 2025, nilai PDRB ADHK Konstruksi Papua Selatan sebesar 1080,65 Rp miliar lebih tinggi daripada Gorontalo (942,72 Rp miliar), Papua Barat (817,47 Rp miliar), dan Papua Barat Daya (804,57 Rp miliar), namun lebih rendah daripada Nusa Tenggara Timur (1859,61 Rp miliar), Papua Tengah (1409,04 Rp miliar), dan Kepulauan Bangka Belitung (1237,4 Rp miliar). Pertumbuhannya sebesar 1,18 persen juga lebih rendah daripada Nusa Tenggara Timur (7,98 persen), Papua Tengah (8,97 persen), Kepulauan Bangka Belitung (2,67 persen), Gorontalo (4,42 persen), Papua Barat (1,55 persen), dan Papua Barat Daya (1,72 persen). Secara peringkat di pulau Papua, Papua Selatan tetap berada di urutan ke-3, di belakang Papua Tengah, dan secara nasional tetap di peringkat 30, yang lebih baik daripada Gorontalo (31), Papua Barat (32), dan Papua Barat Daya (33).
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur berada di peringkat 27 secara nasional dan peringkat 3 di pulau Nusa Tenggara dan Bali untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan pada kuartal kedua 2025. Nilai PDRB provinsi ini mencapai 1859,61 Rp miliar, yang merupakan nilai tertinggi di antara semua provinsi yang dibandingkan. Pertumbuhannya sebesar 7,98 persen dari kuartal sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 137,46 Rp miliar, yang juga merupakan pertumbuhan tertinggi di antara provinsi yang dibandingkan. Dibandingkan dengan Papua Selatan, nilai PDRB Nusa Tenggara Timur lebih tinggi sebesar 778,96 Rp miliar, dan pertumbuhannya lebih tinggi sebesar 6,8 persen poin. Posisi peringkatnya yang lebih tinggi menunjukkan bahwa sektor konstruksi di Nusa Tenggara Timur berkembang lebih pesat dan memiliki skala yang lebih besar dibandingkan sebagian besar provinsi lain dalam data perbandingan.
Papua Tengah
Papua Tengah berada di peringkat 28 secara nasional dan peringkat 2 di pulau Papua untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan pada kuartal kedua 2025. Nilai PDRB provinsi ini mencapai 1409,04 Rp miliar, yang merupakan nilai tertinggi di antara provinsi di pulau Papua dalam data perbandingan. Pertumbuhannya sebesar 8,97 persen dari kuartal sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 116,01 Rp miliar, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di antara semua provinsi yang dibandingkan. Dibandingkan dengan Papua Selatan, nilai PDRB Papua Tengah lebih tinggi sebesar 328,39 Rp miliar, dan pertumbuhannya lebih tinggi sebesar 7,79 persen poin. Posisi peringkatnya yang kedua di pulau Papua menunjukkan bahwa sektor konstruksi di provinsi ini memiliki skala dan pertumbuhan yang lebih baik daripada Papua Selatan dan provinsi lain di pulau tersebut.
Kepulauan Bangka Belitung
(Baca: Rata-Rata Upah atau Gaji Bersih Sebulan Pekerja Formal Jasa Pendidikan Periode 2015-2025)
Kepulauan Bangka Belitung berada di peringkat 29 secara nasional dan peringkat 9 di pulau Sumatera untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan pada kuartal kedua 2025. Nilai PDRB provinsi ini mencapai 1237,4 Rp miliar, yang lebih tinggi daripada Papua Selatan sebesar 156,75 Rp miliar. Pertumbuhannya sebesar 2,67 persen dari kuartal sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 32,15 Rp miliar. Dibandingkan dengan provinsi lain di pulau Sumatera dalam data perbandingan, posisi peringkat 9 menunjukkan bahwa sektor konstruksi di provinsi ini berada di level menengah. Secara nasional, peringkatnya lebih baik daripada Papua Selatan (30), menunjukkan bahwa skala sektor konstruksi di Kepulauan Bangka Belitung lebih besar daripada Papua Selatan.
Gorontalo
Gorontalo berada di peringkat 31 secara nasional dan peringkat 5 di pulau Sulawesi untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan pada kuartal kedua 2025. Nilai PDRB provinsi ini mencapai 942,72 Rp miliar, yang lebih rendah daripada Papua Selatan sebesar 137,93 Rp miliar. Pertumbuhannya sebesar 4,42 persen dari kuartal sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 39,87 Rp miliar, yang lebih tinggi daripada pertumbuhan Papua Selatan sebesar 1,18 persen. Meskipun skala sektor konstruksi di Gorontalo lebih kecil daripada Papua Selatan, pertumbuhannya yang lebih tinggi menunjukkan bahwa provinsi ini sedang mengalami perkembangan yang lebih cepat dalam sektor ini pada kuartal kedua 2025. Secara nasional, peringkatnya lebih rendah daripada Papua Selatan, menunjukkan bahwa skala sektor konstruksi di provinsi ini masih lebih kecil dibandingkan sebagian besar provinsi lain.
Papua Barat
Papua Barat berada di peringkat 32 secara nasional dan peringkat 4 di pulau Papua untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan pada kuartal kedua 2025. Nilai PDRB provinsi ini mencapai 817,47 Rp miliar, yang lebih rendah daripada Papua Selatan sebesar 263,18 Rp miliar. Pertumbuhannya sebesar 1,55 persen dari kuartal sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 12,46 Rp miliar, yang sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan Papua Selatan sebesar 1,18 persen. Posisi peringkat 4 di pulau Papua menunjukkan bahwa sektor konstruksi di provinsi ini berada di bawah Papua Selatan, namun memiliki pertumbuhan yang sedikit lebih baik pada kuartal ini. Secara nasional, peringkatnya lebih rendah daripada Papua Selatan, menunjukkan bahwa skala sektor konstruksi di provinsi ini masih lebih kecil dibandingkan sebagian besar provinsi lain.
Papua Barat Daya
Papua Barat Daya berada di peringkat 33 secara nasional dan peringkat 5 di pulau Papua untuk PDRB ADHK Sektor Konstruksi Triwulanan pada kuartal kedua 2025. Nilai PDRB provinsi ini mencapai 804,57 Rp miliar, yang merupakan nilai terendah di antara semua provinsi dalam data perbandingan dan lebih rendah daripada Papua Selatan sebesar 276,08 Rp miliar. Pertumbuhannya sebesar 1,72 persen dari kuartal sebelumnya, dengan selisih nilai sebesar 13,61 Rp miliar, yang sedikit lebih tinggi daripada pertumbuhan Papua Selatan sebesar 1,18 persen. Posisi peringkat 5 di pulau Papua menunjukkan bahwa sektor konstruksi di provinsi ini berada di level terendah di pulau tersebut. Secara nasional, peringkatnya adalah yang terendah di antara semua provinsi dalam data perbandingan, menunjukkan bahwa skala sektor konstruksi di provinsi ini masih sangat kecil dibandingkan provinsi lain.