Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Garis Kemiskinan Makanan di Perdesaan Sulawesi Barat per 30 September 2025 mencapai 400.486 Rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,04 persen dibandingkan semester sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 29.804 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang data historis sejak Maret 2015, angka ini terus mengalami kenaikan setiap semester, tanpa pernah terjadi penurunan satu kali pun dalam periode 10 tahun pengamatan.
(Baca: Daftar Youtuber yang Banyak Kehilangan Subscriber 02 May 2026)
Sepanjang 5 semester terakhir, rata-rata pertumbuhan Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan Sulawesi Barat mencapai 4,12 persen per semester. Kenaikan pada semester September 2025 merupakan kenaikan tertinggi yang tercatat dalam 5 periode terakhir, bahkan menjadi kenaikan tertinggi sepanjang catatan historis sejak tahun 2018. Sementara itu, kenaikan terendah terjadi pada semester Maret 2021 dengan pertumbuhan hanya 0,46 persen.
Dalam wilayah Pulau Sulawesi, Sulawesi Barat menempati peringkat 4 untuk semester September 2025, posisi yang sama stabil selama 4 semester terakhir. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 34 dari seluruh provinsi di Indonesia, posisi yang tidak berubah sejak semester Maret 2024. Dibandingkan provinsi lain di pulau yang sama, nilai garis kemiskinan makanan Sulawesi Barat berada di bawah Gorontalo namun lebih tinggi dibandingkan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Rata-rata kenaikan 3 semester terakhir Sulawesi Barat tercatat 4,55 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata 5 semester sebelumnya yang hanya mencapai 3,41 persen. Hal ini menunjukkan laju peningkatan garis kemiskinan makanan di wilayah perdesaan provinsi ini mengalami percepatan dalam satu setengah tahun terakhir. Tidak ditemukan periode penurunan nilai dalam seluruh catatan data yang tersedia.
Gorontalo
Gorontalo menempati peringkat 3 di wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan pada semester terakhir, dengan nilai mencapai 411.927 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan semester ini tercatat 5,69 persen, dengan penambahan nilai sebesar 22.179 Rupiah dibanding periode sebelumnya. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 31, tiga peringkat lebih baik dibandingkan Sulawesi Barat. Nilai garis kemiskinan Gorontalo sekitar 2,8 persen lebih tinggi dibandingkan catatan Sulawesi Barat pada periode yang sama.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur mencatat nilai Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan sebesar 401.822 Rupiah per kapita per bulan pada semester terakhir, menempati peringkat 2 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Pertumbuhan semester ini hanya 1,45 persen, menjadi laju kenaikan terendah diantara seluruh provinsi yang tercatat dalam data perbandingan. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 32, hanya selisih satu peringkat di atas Sulawesi Barat. Nilai wilayah ini hampir setara dengan Sulawesi Barat dengan selisih hanya 0,3 persen.
Bali
(Baca: Harga Cabai Merah Keriting (Per Kg) di Pasar Tradisional di Kalimantan Selatan | 2026)
Bali mencatat angka Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan sebesar 400.884 Rupiah per kapita per bulan, berada di peringkat 3 wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Pertumbuhan pada semester terakhir mencapai 6,46 persen, merupakan laju kenaikan kedua tertinggi setelah Papua Selatan. Secara nasional provinsi ini menempati peringkat 33, satu peringkat di atas Sulawesi Barat. Selisih nilai antara Bali dengan Sulawesi Barat hanya kurang dari 400 Rupiah per kapita per bulan, menjadikannya wilayah dengan nilai paling mendekati Sulawesi Barat.
Papua Selatan
Papua Selatan menempati peringkat 6 wilayah Papua untuk indikator ini, dengan nilai Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan mencapai 390.860 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan semester ini tercatat 6,12 persen dengan penambahan nilai sebesar 22.529 Rupiah dibandingkan periode sebelumnya. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 35, satu peringkat di bawah Sulawesi Barat. Nilai wilayah ini sekitar 2,4 persen lebih rendah dibandingkan catatan Sulawesi Barat pada semester yang sama.
Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan mencatat nilai Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan sebesar 383.998 Rupiah per kapita per bulan, menempati peringkat 5 di wilayah Pulau Sulawesi. Pertumbuhan pada semester terakhir mencapai 9,08 persen, menjadi laju kenaikan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dicatat dalam data perbandingan. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 36, dua peringkat di bawah Sulawesi Barat. Laju pertumbuhan wilayah ini lebih dari satu persen lebih tinggi dibandingkan kenaikan Sulawesi Barat pada periode yang sama.
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tenggara menempati peringkat 6 wilayah Pulau Sulawesi untuk indikator Garis Kemiskinan Makanan Perdesaan, dengan nilai akhir semester mencapai 374.871 Rupiah per kapita per bulan. Pertumbuhan pada periode ini tercatat 4,58 persen dengan penambahan nilai sebesar 16.422 Rupiah dibandingkan semester sebelumnya. Secara nasional provinsi ini berada di peringkat 37, tiga peringkat di bawah Sulawesi Barat. Nilai garis kemiskinan makanan di wilayah ini sekitar 6,4 persen lebih rendah dibandingkan catatan Sulawesi Barat.