Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat jumlah penduduk Kabupaten Padang Pariaman dengan rentang umur 35-39 tahun pada tahun 2024 adalah sebanyak 29.047 jiwa. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini setara dengan berkurangnya 746 jiwa dari tahun 2023 yang mencapai 29.793 jiwa. Meskipun demikian, jumlah ini masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan 26.283 jiwa.
Secara historis, jumlah penduduk usia 35-39 tahun di Padang Pariaman cenderung fluktuatif. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan pertumbuhan mencapai 5,02% atau bertambah sebanyak 1.319 jiwa. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2024 ini, dengan penurunan sebesar 2,5%. Rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir (2019-2023) adalah sekitar 2,2%, sehingga penurunan di tahun 2024 menjadi anomali yang perlu diperhatikan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Papua Barat Daya 2018 - 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun sebelumnya (2021-2023) yaitu sekitar 29.532 jiwa, jumlah penduduk pada tahun 2024 lebih rendah. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan demografis yang mungkin disebabkan oleh berbagai faktor seperti migrasi atau perubahan angka kelahiran dan kematian.
Pada tahun 2024, Kabupaten Padang Pariaman menempati peringkat ke-59 di Pulau Sumatera berdasarkan jumlah penduduk usia 35-39 tahun. Peringkat ini sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi ke-58. Secara nasional, Padang Pariaman berada di peringkat ke-206. Data perbandingan dari Kemendagri menunjukkan bahwa Kabupaten Gianyar memiliki jumlah penduduk usia 35-39 tahun lebih tinggi, dengan peringkat ke-14 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali dan peringkat ke-203 secara nasional.
Kabupaten Solok dan Kabupaten Karo di Sumatera juga memiliki jumlah penduduk dengan rentang umur yang sama, namun dengan peringkat dan nilai yang berbeda. Kabupaten Solok menempati peringkat ke-60 di pulau Sumatera dan ke-209 secara nasional, sementara Kabupaten Karo berada di peringkat ke-58 di Sumatera dan ke-204 secara nasional. Perbedaan ini menunjukkan dinamika demografis yang unik di masing-masing wilayah.
Kabupaten Gianyar
Kabupaten Gianyar menduduki peringkat ke-14 di Pulau Nusa Tenggara dan Bali, serta peringkat ke-203 secara nasional. Jumlah penduduk usia 35-39 tahun di Gianyar mencapai 29.583 jiwa. Meskipun mengalami penurunan sebesar 0,5% dari tahun sebelumnya, Gianyar tetap menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk usia 35-39 tahun yang signifikan di wilayahnya. Penurunan ini setara dengan berkurangnya 149 jiwa.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2024)
Kabupaten Karo
Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memiliki jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 29.493 jiwa. Dengan jumlah tersebut, Kabupaten Karo menduduki peringkat ke-58 di Pulau Sumatera, dan peringkat ke-204 secara nasional. Meski mengalami sedikit penurunan sebesar 0,03%, Karo menunjukkan stabilitas demografis yang relatif baik, dengan hanya berkurang 10 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Pangandaran
Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memiliki jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 29.276 jiwa. Kabupaten ini menempati peringkat ke-102 di Pulau Jawa dan peringkat ke-205 secara nasional. Pangandaran mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,36%, atau bertambah 105 jiwa. Pertumbuhan ini menunjukkan potensi perkembangan demografis yang menjanjikan di wilayah tersebut.
Kabupaten Pinrang
Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, memiliki jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 28.825 jiwa. Dengan jumlah itu, Pinrang menempati peringkat ke-13 di Pulau Sulawesi dan peringkat ke-207 secara nasional. Pinrang mengalami penurunan signifikan sebesar 1,48%, yang setara dengan berkurangnya 434 jiwa. Penurunan ini perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Kabupaten Mimika
Kabupaten Mimika, Papua, memiliki jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 28.815 jiwa. Kabupaten ini menempati peringkat ke-4 di Pulau Papua dan peringkat ke-208 secara nasional. Mimika mengalami peningkatan yang cukup tinggi sebesar 4,25% atau bertambah sebanyak 1175 jiwa. Pertumbuhan ini menunjukkan dinamika demografis yang unik dan signifikan di wilayah Papua.
Kabupaten Solok
Kabupaten Solok, Sumatera Barat, memiliki jumlah penduduk usia 35-39 tahun sebanyak 28.427 jiwa. Kabupaten ini menempati peringkat ke-60 di Pulau Sumatera dan peringkat ke-209 secara nasional. Solok mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 3,29%, yang setara dengan berkurangnya 967 jiwa. Penurunan ini menjadi perhatian khusus dan perlu diteliti lebih lanjut untuk memahami penyebabnya.