- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data tentang jumlah Sekolah SMA di Provinsi Papua Barat Daya menunjukkan perkembangan positif pada tahun 2024. Berdasarkan data historis, jumlah SMA di provinsi ini naik dari 72 unit pada 2023 menjadi 81 unit pada 2024, penambahan sebanyak 9 unit. Sebelum tahun 2023, tidak ada data yang tersedia untuk periode 2018 hingga 2022. Secara nasional, urutan jumlah SMA di Papua Barat Daya juga meningkat satu tingkat, dari peringkat 32 pada 2023 menjadi 31 pada 2024.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Gorontalo 2018 - 2024)
Data pendukung BPS menunjukkan bahwa peningkatan jumlah SMA di 2024 didominasi oleh SMA Negeri. Jumlah SMA Negeri mencapai 50 unit, naik 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 43 unit. Sementara itu, SMA Swasta sebanyak 31 unit, naik 6,9% dari 29 unit pada 2023. Secara persentase, SMA Negeri menyumbang sekitar 61,7% dari total SMA di provinsi ini, sedangkan SMA Swasta hanya 38,3%.
Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Provinsi Papua Barat Daya, data tahun 2023 mencatat sebanyak 29.250 anak usia tersebut. Tidak ada data untuk tahun 2024, namun angka ini menunjukkan bahwa masih banyak anak usia SMA yang perlu akses ke pendidikan. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat 36 pada 2023 untuk jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun, yang merupakan salah satu peringkat terendah di Indonesia. Tidak ada data untuk periode 2018 hingga 2022.
(Baca: Jumlah Rumah Tangga Periode 2013-2024)
Jumlah guru SMA di Provinsi Papua Barat Daya tahun 2024 juga mengalami peningkatan, mencapai 1453 orang dari 1362 orang pada 2023, dengan pertumbuhan 6,7%. Detailnya, jumlah kepala sekolah dan guru SMA Negeri mencapai 1101 orang, naik 13,3% dari 972 orang tahun sebelumnya. Sebaliknya, jumlah kepala sekolah dan guru SMA Swasta menurun menjadi 352 orang dari 390 orang pada 2023, dengan penurunan 9,7%.
Data pendukung juga mencatat jumlah siswa SMA di 2024 sebanyak 14.647 orang, naik 2,7% dari 14.260 orang pada 2023. Siswa SMA Negeri menjadi sebagian besar dengan 11.106 orang (naik 4,2%), sedangkan siswa SMA Swasta sedikit menurun menjadi 3.541 orang (turun 1,6%). Peningkatan jumlah sekolah dan guru di SMA Negeri tampaknya mendukung peningkatan jumlah siswa, namun penurunan di sektor swasta perlu diperhatikan untuk memastikan akses pendidikan yang merata.