Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah Vihara Budha di Provinsi Jawa Timur pada akhir tahun 2025 mencapai 190 unit. Catatan historis selama 12 tahun periode 2014-2025 menunjukkan tren naik secara keseluruhan, dengan pertumbuhan total sebesar 16,56% sejak periode awal dan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 1,4%. Pada tahun 2025 terjadi kenaikan sebanyak 18 unit atau 10,47% dibandingkan tahun 2024.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Kertas dan Barang dari Kertas; Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman Periode 2013-2024)
Sepanjang catatan historis, angka vihara di Jawa Timur mengalami fluktuasi dengan pola 4 periode naik, 4 periode turun dan 3 periode stagnan. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan penambahan 32 unit atau 23,7%, sedangkan penurunan terdalam tercatat pada tahun 2018 dengan pengurangan 26 unit atau 16,15%. Angka terendah sepanjang periode tercatat pada tahun 2018, 2019 dan 2020 secara berturut-turut dengan jumlah tetap 135 unit.
Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 5,35% per tahun, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 7,95% per tahun. Pada tahun 2025, Jawa Timur berada di peringkat 4 wilayah dengan jumlah vihara terbanyak se-Pulau Jawa, dan menempati peringkat 11 secara nasional. Posisi peringkat ini turun 1 tingkat dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya menduduki peringkat 3 di Pulau Jawa.
Angka vihara Jawa Timur tahun 2025 berada di atas rata-rata jumlah vihara sepanjang periode 12 tahun yang hanya mencapai 160 unit. Sepanjang 5 tahun terakhir, peringkat Jawa Timur di Pulau Jawa pernah menyentuh urutan 2 pada tahun 2021 dan 2022, sebelum secara bertahap turun ke posisi 4 pada akhir periode. Tidak terjadi periode stagnan dalam 5 tahun terakhir, berbeda dengan 3 tahun berturut-turut stagnan pada periode 2018-2020.
Pada daftar perbandingan provinsi, Jawa Timur menempati posisi tengah dengan selisih jumlah vihara 32 unit dibawah Jawa Barat dan hanya 1 unit di atas Banten. Pertumbuhan Jawa Timur tahun 2025 sebesar 10,47% jauh lebih rendah dibandingkan seluruh provinsi pada daftar perbandingan yang rata-rata mencatatkan pertumbuhan di atas 39% pada periode yang sama.
Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat 3 se-Pulau Jawa untuk jumlah vihara Budha tahun 2025 dengan total 222 unit. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 39,62% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 63 unit vihara. Secara nasional Jawa Barat berada di urutan 8, jumlah ini lebih tinggi 32 unit dibandingkan catatan Jawa Timur pada periode yang sama. Pertumbuhan wilayah ini menjadi yang terendah keempat pada daftar provinsi perbandingan.
Lampung
Lampung tercatat memiliki 206 unit vihara Budha pada tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 54,89% atau penambahan sebanyak 73 unit. Wilayah Sumatera ini menduduki peringkat 5 se-Indonesia, dengan jumlah vihara hanya terpaut 16 unit dibandingkan Jawa Barat. Peringkat wilayah ini menempati urutan 5 di wilayah Sumatera, dan memiliki jumlah vihara 16 unit lebih banyak dibandingkan catatan Jawa Timur tahun 2025.
(Baca: PDRB ADHK Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Periode 2013-2024)
Kepulauan Riau
Kepulauan Riau mencatatkan 194 unit vihara Budha pada akhir periode 2025, dengan pertumbuhan tahunan tertinggi kedua pada daftar perbandingan yaitu 77,98%. Wilayah ini menambah sebanyak 85 unit vihara dibandingkan tahun sebelumnya, menduduki peringkat 6 wilayah Sumatera dan urutan 10 secara nasional. Jumlah vihara di wilayah ini hanya selisih 4 unit dibandingkan catatan Jawa Timur, dan menempati satu peringkat di atas Jawa Timur secara nasional.
Banten
Provinsi Banten memiliki 189 unit vihara Budha tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 89% atau penambahan 89 unit dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah Pulau Jawa ini berada di peringkat 5 se-Pulau Jawa dan urutan 12 secara nasional. Jumlah vihara Banten terpaut 1 unit dibawah catatan Kepulauan Riau, dan hanya terpaut 1 unit dibawah angka Jawa Timur yang menjadikan kedua provinsi ini memiliki jumlah vihara yang hampir setara.
Bali
Provinsi Bali mencatatkan 70 unit vihara Budha pada tahun 2025, dengan pertumbuhan sebesar 79,49% dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah Nusa Tenggara dan Bali ini menduduki peringkat 1 wilayah di pulau nya untuk kategori jumlah vihara Budha, dan berada di urutan 13 secara nasional. Angka pertumbuhan wilayah ini termasuk salah satu yang tertinggi pada seluruh provinsi yang dibandingkan, meskipun jumlah total vihara masih jauh dibawah wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.
Jambi
Provinsi Jambi tercatat memiliki 64 unit vihara Budha pada akhir tahun 2025, dengan pertumbuhan tahunan tertinggi yaitu 156% dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah Sumatera ini menambah sebanyak 39 unit vihara, menduduki peringkat 7 wilayah Sumatera dan urutan 14 secara nasional. Meskipun memiliki jumlah paling rendah pada daftar perbandingan, wilayah ini mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling besar yang hampir dua kali lipat angka pertumbuhan provinsi lain pada daftar.