Kemendikbud merilis data hasil ujian terstandar masuk SMA jalur prestasi raport Provinsi Jawa Barat tahun 2025 untuk SMAN 12 Kota Depok. Nilai ujian terstandar pada data ini merupakan hasil ujian resmi Dinas Pendidikan Jawa Barat, yang menampilkan 10 siswa pada urutan nilai akhir terbawah yang tetap lolos seleksi. Dari kelompok ini, nilai terendah tes terstandar tercatat 180 poin, dengan rata-rata keseluruhan mencapai 200 poin. Terlihat pola kompensasi nilai: nilai tes rendah terbantu nilai raport tinggi, atau sebaliknya nilai tes tinggi tertarik turun akibat rata-rata raport yang lebih rendah.
Mulai tahun 2025, pemerintah daerah khususnya Jawa Barat, menerapkan skema baru dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) melalui jalur prestasi. Untuk jalur prestasi ke jenjang SMA, parameter seleksi tidak hanya mengandalkan nilai rapor sebagai hasil akhir.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat kali ini melakukan uji tes terstandar bagi seluruh siswa yang mendaftar. Untuk SPMB jalur prestasi akademik rapor, pembobotannya adalah 50% nilai rata-rata rapor ditambah dengan 50% nilai hasil tes terstandar.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA7 Kota Depok | 2025)
Perubahan skema ini dilakukan sebagai tindak lanjut ditemukannya beberapa kasus pengelembungan nilai sehingga nilai rapor tidak lagi dianggap sebagai penilaian yang objektif. Untuk masuk lewat jalur prestasi, siswa wajib mengikuti tes terstandar versi Disdik Jabar dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) versi Kemendikdasmen.
Berikut adalah daftar siswa yang berhasil lolos masuk ke SMAN 12 Kota Depok melalui jalur prestasi. Kesepuluh nama ini merupakan urutan 10 besar terbawah berdasarkan nilai akhir keseluruhan, namun tetap memenuhi ambang batas kelulusan seleksi. Pada tes terstandar kali ini, peserta mengerjakan 30 butir soal dengan bobot 10 poin per soal, sehingga skor maksimal yang dapat diraih adalah 300 poin.
(Baca: Nilai Minimal Tes Terstandar Masuk ke SMA NEGERI 14 DEPOK | 2025)
Jsiagni Galuh Pradipta
Siswa lulusan SMP Negeri 1 Depok ini menduduki urutan nilai keseluruhan nomor 27. Pada tes terstandar, ia berhasil mengumpulkan 210 poin, yang berarti 9 soal tidak berhasil dijawab dengan benar. Jarak kediaman siswa ini menuju SMAN 12 Kota Depok tercatat 1,55 km.
Skor Nilai Raport: 448.091
Nilai Ujian Terstandar: 210
Nilai Akhir: 329.05
Arshavina Permata Demarra
Berasal dari SMP Negeri 9 Depok, siswa ini menempati urutan nilai 28 pada daftar kelulusan. Ia memperoleh skor tes terstandar sebesar 210 poin, dengan jarak rumah menuju sekolah tujuan 1,08 km.
Skor Nilai Raport: 453.273
Nilai Ujian Terstandar: 210
Nilai Akhir: 331.64
Ruslianisa Raina Rafita Putri
Lulusan SMP Pgri 1 yang menempati urutan 29 ini memperoleh 210 poin pada ujian terstandar. Dari total 30 soal, terdapat 9 soal yang tidak terjawab dengan benar oleh siswa ini. Jarak kediamannya ke SMAN 12 Depok adalah 1,14 km.
Skor Nilai Raport: 440.091
Nilai Ujian Terstandar: 210
Nilai Akhir: 325.05
Irsyad Arifin Firdaus
Lulusan SMP Negeri 29 Depok ini berada pada urutan nilai 30, dengan perolehan skor tes terstandar 210 poin. Jarak kediaman menuju sekolah pilihan mencapai 1,71 km.
Skor Nilai Raport: 446.0
Nilai Ujian Terstandar: 210
Nilai Akhir: 328.0
Hauzan Muzakki
Siswa SMP Negeri 1 Depok ini menduduki urutan 31, memperoleh 200 poin pada ujian terstandar yang berarti 10 butir soal tidak berhasil dijawab tepat. Jarak rumahnya ke sekolah tercatat 2,99 km.
Skor Nilai Raport: 449.727
Nilai Ujian Terstandar: 200
Nilai Akhir: 324.86
Seluruh siswa dalam daftar ini berhasil melewati ambang batas kelulusan meski menempati urutan terbawah, menjadi bukti bahwa skema pembobotan ganda dapat menyeimbangkan penilaian prestasi siswa secara lebih adil.