Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor konstruksi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur pada tahun 2025 tercatat sebesar 28.855 pekerja. Angka ini merupakan nilai terendah sepanjang periode data sejak 2015, mengalami penurunan sebesar 24,28 persen dibandingkan tahun 2024 dengan pengurangan total sebanyak 9.254 pekerja. Sepanjang 9 tahun periode pencatatan, tren jumlah pekerja konstruksi di wilayah ini menunjukkan penurunan konsisten dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar minus 6,8 persen.
(Baca: Statistik Jumlah Penduduk Pengangguran di Perkotaan Periode 2015-2024)
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pekerja konstruksi Kabupaten Nganjuk hanya tercatat 0,12 persen, angka ini jauh lebih buruk dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang mencatatkan pertumbuhan minus 1,98 persen. Pencapaian tahun 2025 menempatkan wilayah ini pada peringkat 74 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa, serta peringkat 92 secara nasional. Kenaikan tertinggi pekerja konstruksi terjadi pada tahun 2023 dengan pertumbuhan 14,14 persen, sementara penurunan terbesar tercatat pada tahun 2025 ini.
Dibandingkan wilayah lain dalam Pulau Jawa, nilai pekerja konstruksi Kabupaten Nganjuk tahun 2025 berada di bawah Kabupaten Sragen yang mencatatkan 30.197 pekerja, Kabupaten Madiun sebesar 30.090 pekerja, dan sedikit di atas Kabupaten Lumajang dengan 27.720 pekerja. Penurunan yang terjadi pada Kabupaten Nganjuk menjadi yang paling tajam dibandingkan seluruh wilayah perbandingan, dimana tidak ada wilayah lain di Pulau Jawa yang mencatatkan penurunan di atas 3 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Sragen
Kabupaten Sragen menempati peringkat 72 di Pulau Jawa dan 89 secara nasional untuk jumlah pekerja sektor konstruksi tahun 2025, dengan total pekerja tercatat 30.197 orang. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 2.171 pekerja. Nilai ini berada sedikit di atas rata-rata nasional untuk kabupaten kelas sama, dan menempatkan Sragen sebagai wilayah dengan jumlah pekerja konstruksi tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan pada tahun 2025.
Kabupaten Lombok Barat
Kabupaten Lombok Barat mencatatkan pertumbuhan pekerja konstruksi tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan, dengan angka pertumbuhan 36,59 persen pada tahun 2025. Total pekerja di wilayah ini tercatat 30.121 pekerja, menempati peringkat 4 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali serta peringkat 90 secara nasional. Penambahan pekerja mencapai 8.069 orang, menjadi penambahan absolut tertinggi dibandingkan seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan.
Kabupaten Madiun
(Baca: Nilai Tertinggi Jalur Prestasi Masuk ke SMA NEGERI 10 DEPOK | 2025)
Berada di Pulau Jawa, Kabupaten Madiun memiliki total 30.090 pekerja sektor konstruksi pada tahun 2025, menempati peringkat 73 di Pulau Jawa dan 91 secara nasional. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan sedikit sebesar 1,13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan sebanyak 335 pekerja. Nilai jumlah pekerja di Madiun berada sangat sedikit di bawah Kabupaten Sragen dan Lombok Barat, serta lebih tinggi sekitar 1.235 pekerja dibandingkan nilai Kabupaten Nganjuk pada tahun yang sama.
Kabupaten Karang Asem
Kabupaten Karang Asem tercatat memiliki 27.943 pekerja sektor konstruksi pada tahun 2025, dengan pertumbuhan positif sebesar 7,22 persen dibandingkan periode sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 5 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali, serta peringkat 93 secara nasional. Penambahan pekerja mencapai 1.882 orang, menjadikan wilayah ini sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan pekerja konstruksi stabil di wilayah timur Indonesia pada tahun pencatatan.
Kabupaten Lumajang
Kabupaten Lumajang menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Jawa selain Nganjuk yang mencatatkan penurunan jumlah pekerja konstruksi pada tahun 2025, dengan penurunan sebesar 2,77 persen menjadi total 27.720 pekerja. Wilayah ini menempati peringkat 75 di Pulau Jawa dan 94 secara nasional, dengan pengurangan sebanyak 791 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai jumlah pekerja di Lumajang berada sedikit di bawah catatan Kabupaten Nganjuk pada tahun yang sama.
Kota Pontianak
Kota Pontianak mencatatkan pertumbuhan pekerja konstruksi sebesar 13,47 persen pada tahun 2025, dengan total pekerja tercatat 27.619 orang. Wilayah ini menempati peringkat 2 di seluruh wilayah Kalimantan serta peringkat 95 secara nasional, dengan penambahan sebanyak 3.279 pekerja dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan di Kota Pontianak menjadi yang tertinggi kedua setelah Kabupaten Lombok Barat diantara seluruh wilayah perbandingan.