Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Jambi pada semester II tahun 2025 (30 September 2025) sebesar 0,65 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,08 Persen dibandingkan semester sebelumnya (31 Maret 2025) dengan pertumbuhan negatif turun 10,96%. Dibandingkan rata-rata tiga semester terakhir sebelum periode ini (0,85 Persen pada 30 September 2024, 0,83 Persen pada 31 Maret 2025, dan 0,73 Persen pada 31 Maret 2025), nilai saat ini lebih rendah sebesar sekitar 0,15 Persen. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima semester terakhir (0,99 Persen pada 31 Maret 2023, 0,85 Persen pada 30 September 2024, 0,83 Persen pada 31 Maret 2025, 0,73 Persen pada 31 Maret 2025, dan 0,65 Persen pada 30 September 2025), nilai saat ini juga berada di bawah rata-rata sebesar sekitar 0,16 Persen.
Kenaikan tertinggi Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan Jambi terjadi pada semester I tahun 2016 (31 Maret 2016) dengan pertumbuhan sebesar 42,86%, sementara penurunan terbesar terjadi pada semester II tahun 2008 (30 September 2008) dengan pertumbuhan negatif turun 24,43%. Pada semester II 2025, ranking Provinsi Jambi menurut pulau Sumatera tetap di posisi ke-10, sama seperti semester sebelumnya. Secara nasional, provinsi ini berada di peringkat ke-33, naik satu peringkat dari peringkat ke-34 pada semester I 2025.
Provinsi Bali
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Bali pada semester terakhir sebesar 0,88 Persen. Nilai ini menunjukkan kenaikan sebesar 0,33 Persen dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan positif sebesar 60%. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang sebesar 0,55 Persen, nilai saat ini lebih tinggi sebesar 0,33 Persen. Ranking Provinsi Bali menurut pulau Nusa Tenggara dan Bali berada di posisi ke-3, sementara secara nasional berada di peringkat ke-30. Pertumbuhan yang tinggi ini membuat nilai Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan Bali menjadi salah satu yang mengalami kenaikan paling signifikan dibandingkan provinsi lain dalam data perbandingan. Meskipun tidak ada data rata-rata tiga semester terakhir secara eksplisit, perkembangan dari nilai 0,55 Persen ke 0,88 Persen menunjukkan peningkatan yang cukup drastis dalam periode dua semester terakhir, yang jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan rata-rata provinsi lain dalam kelompok perbandingan.
Provinsi Kalimantan Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Kalimantan Barat pada semester terakhir sebesar 0,88 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sedikit sebesar 0,07 Persen dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 7,37%. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang sebesar 1,01 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar 0,13 Persen. Ranking Provinsi Kalimantan Barat menurut pulau Kalimantan berada di posisi ke-2, sementara secara nasional berada di peringkat ke-30. Nilai ini sama dengan nilai Provinsi Bali pada semester terakhir, namun pertumbuhannya menunjukkan tren penurunan dibandingkan semester sebelumnya. Perkembangan data dari 1,01 Persen ke 0,88 Persen dalam periode dua semester terakhir menunjukkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan Kalimantan Barat mengalami penurunan yang konsisten meskipun tidak terlalu signifikan, yang membuatnya tetap berada di peringkat atas dalam kelompok pulau Kalimantan.
Provinsi Riau
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Riau pada semester terakhir sebesar 0,66 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,22 Persen dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 25%. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang sebesar 0,86 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar 0,20 Persen. Ranking Provinsi Riau menurut pulau Sumatera berada di posisi ke-9, sementara secara nasional berada di peringkat ke-32. Nilai ini lebih tinggi sebesar 0,01 Persen dibandingkan Provinsi Jambi pada semester terakhir. Pertumbuhan negatif yang tinggi ini menunjukkan bahwa Indeks Kedalaman Kemiskinan Perdesaan Riau mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam periode satu semester terakhir, yang membuatnya berada di peringkat lebih baik dibandingkan Jambi dalam kelompok pulau Sumatera. Perkembangan data dari 0,86 Persen ke 0,66 Persen menunjukkan bahwa provinsi ini berhasil menurunkan indikator ini secara drastis dalam periode dua semester terakhir.
Provinsi Maluku Utara
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Maluku Utara pada semester terakhir sebesar 0,65 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,21 Persen dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 24,42%. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang sebesar 0,73 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar 0,08 Persen. Ranking Provinsi Maluku Utara menurut pulau Maluku berada di posisi ke-2, sementara secara nasional berada di peringkat ke-33. Nilai ini sama dengan nilai Provinsi Jambi pada semester terakhir. Pertumbuhan negatif yang hampir sama dengan Provinsi Riau menunjukkan bahwa kedua provinsi tersebut mengalami penurunan kedalaman kemiskinan perdesaan yang signifikan dalam periode satu semester terakhir. Perkembangan data dari 0,73 Persen ke 0,65 Persen menunjukkan bahwa provinsi ini berhasil menurunkan indikator ini secara konsisten dalam periode dua semester terakhir, yang membuatnya tetap berada di peringkat atas dalam kelompok pulau Maluku.
Provinsi Kalimantan Tengah
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Kalimantan Tengah pada semester terakhir sebesar 0,64 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,12 Persen dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 15,79%. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang sebesar 0,68 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar 0,04 Persen. Ranking Provinsi Kalimantan Tengah menurut pulau Kalimantan berada di posisi ke-3, sementara secara nasional berada di peringkat ke-35. Nilai ini lebih rendah sebesar 0,01 Persen dibandingkan Provinsi Jambi dan Maluku Utara pada semester terakhir. Pertumbuhan negatif ini menunjukkan bahwa provinsi ini berhasil menurunkan kedalaman kemiskinan perdesaan dalam periode satu semester terakhir. Perkembangan data dari 0,68 Persen ke 0,64 Persen menunjukkan bahwa penurunan ini terjadi secara gradual dalam periode dua semester terakhir, yang membuatnya berada di peringkat tengah dalam kelompok pulau Kalimantan.
Provinsi Kalimantan Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Perdesaan Provinsi Kalimantan Selatan pada semester terakhir sebesar 0,45 Persen. Nilai ini menunjukkan penurunan sebesar 0,08 Persen dibandingkan semester sebelumnya dengan pertumbuhan negatif turun 15,09%. Dibandingkan nilai dua semester sebelumnya yang sebesar 0,53 Persen, nilai saat ini lebih rendah sebesar 0,08 Persen. Ranking Provinsi Kalimantan Selatan menurut pulau Kalimantan berada di posisi ke-4, sementara secara nasional berada di peringkat ke-36. Nilai ini merupakan yang terendah di antara provinsi dalam data perbandingan, menunjukkan bahwa kedalaman kemiskinan perdesaan di provinsi ini adalah yang paling rendah dibandingkan provinsi lain dalam kelompok perbandingan. Pertumbuhan negatif ini menunjukkan bahwa provinsi ini berhasil menurunkan indikator ini secara konsisten dalam periode dua semester terakhir, yang membuatnya tetap berada di peringkat bawah dalam kelompok pulau Kalimantan namun memiliki nilai indikator yang paling baik di antara semua provinsi dalam data perbandingan.