Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data PDRB Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Sulawesi Selatan harga konstan 2010 sampai akhir tahun 2025 sebesar 214.247,81 juta rupiah. Sepanjang 16 tahun data historis tercatat, nilai ini hanya pernah mengalami kontraksi sekali yaitu pada tahun 2020 turun 1,12 persen, sebelum kembali tumbuh positif secara berkelanjutan sampai tahun 2025. Tahun 2024 mencatatkan kenaikan tertinggi dalam 5 tahun terakhir dengan pertumbuhan 6,26 persen, sedangkan kenaikan terendah setelah pemulihan pasca 2020 terjadi pada tahun 2025 sebesar 4,69 persen.
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Makanan dan Minuman Periode 2013-2024)
Sepanjang periode 2010 sampai 2025, Sulawesi Selatan secara konsisten menempati peringkat 1 tertinggi nilai konsumsi rumah tangga di seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Sementara untuk peringkat se-Indonesia, wilayah ini mengalami peningkatan posisi dari peringkat 9 menjadi peringkat 8 pada tahun 2020, dan tetap mempertahankan posisi peringkat 8 sampai tahun 2025. Rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir Sulawesi Selatan sebesar 4,77 persen, lebih rendah 0,44 poin persen dibandingkan rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang mencapai 5,21 persen.
Untuk tahun 2025, pertumbuhan konsumsi rumah tangga Sulawesi Selatan sebesar 4,69 persen. Nilai pertumbuhan ini berada di bawah rata-rata enam provinsi pembanding yaitu Sumatera Utara, Banten, Sumatera Selatan, Riau, Lampung dan Bali yang rata-rata mencatatkan pertumbuhan 4,91 persen. Posisi peringkat 8 nasional Sulawesi Selatan berada tepat di atas Riau yang menempati peringkat 9, dan satu tingkat di bawah Sumatera Selatan di peringkat 7 nasional.
Sumatera Utara
Sumatera Utara menempati peringkat 1 terbesar di Pulau Sumatera dan peringkat 5 secara nasional untuk nilai PDRB konsumsi rumah tangga tahun 2025, dengan total nilai tercatat 332.948,31 juta rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,74 persen, dengan selisih kenaikan nilai dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 15.058,18 juta rupiah. Nilai konsumsi Sumatera Utara tercatat 55 persen lebih besar dibandingkan nilai konsumsi Sulawesi Selatan pada periode tahun yang sama.
Banten
Banten menempati urutan ke 6 secara nasional dengan nilai PDRB konsumsi rumah tangga tahun 2025 sebesar 309.989,95 juta rupiah. Pertumbuhan tahunan wilayah ini tercatat sebesar 4,7 persen, hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Selatan. Selisih kenaikan nilai tahunan Banten mencapai 13.906,42 juta rupiah, menjadikan wilayah ini satu-satunya provinsi dari Pulau Jawa yang masuk dalam daftar perbandingan ini.
Sumatera Selatan
(Baca: Tingkat Pengangguran Terbuka Periode 2016-2023)
Sumatera Selatan menempati peringkat 2 di Pulau Sumatera dan peringkat 7 nasional tahun 2025, dengan nilai total konsumsi rumah tangga sebesar 233.482,1 juta rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,91 persen, lebih tinggi 0,22 poin persen dibandingkan pertumbuhan Sulawesi Selatan di tahun yang sama. Nilai konsumsi Sumatera Selatan tercatat 9 persen lebih besar dibandingkan nilai konsumsi Sulawesi Selatan pada tahun 2025.
Riau
Riau menempati peringkat 3 di Pulau Sumatera dan peringkat 9 secara nasional tahun 2025, tepat satu tingkat di bawah posisi Sulawesi Selatan. Nilai total PDRB konsumsi rumah tangga Riau tercatat sebesar 209.289,04 juta rupiah, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,72 persen. Selisih kenaikan nilai tahunan Riau mencapai 9.425,67 juta rupiah, dengan nilai total konsumsi sedikit lebih rendah dibandingkan Sulawesi Selatan.
Lampung
Lampung menempati urutan ke 4 di Pulau Sumatera dan peringkat 10 nasional tahun 2025, dengan nilai PDRB konsumsi rumah tangga sebesar 179.018,1 juta rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,94 persen, merupakan pertumbuhan tertinggi kedua diantara seluruh provinsi pembanding. Selisih kenaikan nilai tahunan Lampung mencapai 8.428,71 juta rupiah, dengan nilai total konsumsi 16 persen lebih rendah dibandingkan Sulawesi Selatan.
Bali
Bali menempati peringkat 1 tertinggi di wilayah Nusa Tenggara dan peringkat 11 secara nasional tahun 2025, dengan nilai PDRB konsumsi rumah tangga sebesar 99.084,52 juta rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 5,47 persen, merupakan pertumbuhan tertinggi diantara seluruh provinsi yang dibandingkan. Selisih kenaikan nilai tahunan Bali mencapai 5.142,95 juta rupiah, dengan nilai total konsumsi kurang dari separuh nilai konsumsi Sulawesi Selatan pada periode yang sama.