Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pekerja sektor jasa keuangan dan asuransi di Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan pada tahun 2025 tercatat sebesar 393 pekerja. Sepanjang periode data sejak 2015, terjadi tren penurunan keseluruhan sebesar 14,19% dengan rata-rata penurunan tahunan sebesar 2,16%. Pada tahun 2025 terjadi penurunan sebesar 32,01% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan jumlah pekerja sebanyak 185 orang.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Jawa Timur | 2025)
Kenaikan tertinggi jumlah pekerja sektor ini tercatat pada tahun 2022 dengan pertumbuhan 378,41% atau penambahan 666 pekerja, menjadikan tahun tersebut sebagai periode dengan jumlah pekerja tertinggi sepanjang catatan yaitu 842 pekerja. Sementara penurunan terendah terjadi pada tahun 2020 dengan kontraksi mencapai 57,36% dimana jumlah pekerja hanya tinggal 139 orang. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencapai 105,02% jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang hanya 56,86%.
Pada tahun 2025, Kota Pagar Alam menempati peringkat 108 dari seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumatera, serta peringkat 377 secara nasional. Jika dibandingkan dengan daerah lain dalam pulau yang memiliki nilai serupa, posisi Kota Pagar Alam berada di bawah Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Bintan, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Bangka Barat untuk kategori jumlah pekerja jasa keuangan tahun ini.
Kabupaten Sorong
Kabupaten Sorong mencatat pertumbuhan pekerja sektor jasa keuangan sebesar 198,53% dengan penambahan sebanyak 270 pekerja, menjadikan total jumlah pekerja di wilayah ini mencapai 406 pekerja pada tahun terakhir. Wilayah ini menempati peringkat 7 di Pulau Papua serta peringkat 374 secara nasional, menempatkan posisinya di atas seluruh daerah perbandingan lain yang tercatat dalam data ini. Nilai pertumbuhan Kabupaten Sorong menjadi yang tertinggi kedua dibandingkan seluruh wilayah perbandingan yang terdaftar.
Kabupaten Aceh Selatan
Kabupaten Aceh Selatan mengalami kontraksi pertumbuhan pekerja sektor jasa keuangan sebesar 20,32% dengan pengurangan sebanyak 103 pekerja, sehingga total pekerja yang tercatat mencapai 404 pekerja. Wilayah ini menempati peringkat 107 di Pulau Sumatera serta peringkat 375 secara nasional, posisi ini hanya terpaut satu peringkat dibawah Kabupaten Sorong dan setara dengan Kabupaten Teluk Bintuni untuk skala nasional meskipun memiliki tren pertumbuhan yang berlawanan.
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Bandung Bulan Juni Naik 0,19%)
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni mencatat pertumbuhan pekerja sektor jasa keuangan sebesar 66,26% dengan penambahan sebanyak 161 pekerja, total pekerja yang tercatat di wilayah ini mencapai 404 pekerja. Wilayah ini menempati peringkat 8 di Pulau Papua serta peringkat 375 secara nasional, memiliki jumlah pekerja yang sama persis dengan Kabupaten Aceh Selatan meskipun memiliki tren pertumbuhan yang jauh lebih baik dan posisi peringkat pulau yang jauh lebih unggul.
Kabupaten Bintan
Kabupaten Bintan mencatat pertumbuhan pekerja sektor jasa keuangan sebesar 254,63% dengan penambahan sebanyak 275 pekerja, menjadikan total jumlah pekerja di wilayah ini mencapai 383 pekerja. Wilayah ini menempati peringkat 109 di Pulau Sumatera serta peringkat 378 secara nasional, memiliki pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah perbandingan yang berasal dari Pulau Sumatera, bahkan melampaui pertumbuhan sebagian besar wilayah lain di tingkat nasional.
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kepahiang mencatat pertumbuhan pekerja sektor jasa keuangan sebesar 214,17% dengan penambahan sebanyak 257 pekerja, total pekerja yang tercatat di wilayah ini mencapai 377 pekerja. Wilayah ini menempati peringkat 110 di Pulau Sumatera serta peringkat 379 secara nasional, posisi ini setara dengan Kabupaten Bangka Barat baik untuk tingkat pulau maupun tingkat nasional, meskipun memiliki tren pertumbuhan yang sangat berlawanan.
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Barat mengalami kontraksi pertumbuhan pekerja sektor jasa keuangan sebesar 45,6% dengan pengurangan sebanyak 316 pekerja, sehingga total pekerja yang tercatat hanya mencapai 377 pekerja. Wilayah ini menempati peringkat 110 di Pulau Sumatera serta peringkat 379 secara nasional, memiliki penurunan terbesar diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam data perbandingan ini, bahkan menjadi satu-satunya wilayah selain Aceh Selatan yang mengalami kontraksi pada indikator ini.