Malaysia adalah negara pemasok hasil minyak terbesar kedua untuk Indonesia, setelah Singapura.
Komoditas hasil minyak ini mencakup bahan bakar minyak (BBM) kendaraan, seperti bensin, solar, avtur, dan berbagai produk turunan olahan minyak bumi lainnya.
(Baca: Negara Pemasok Hasil Minyak untuk RI pada 2025, Banyak dari Timur Tengah)
Adapun Malaysia banyak memperoleh pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.
Berdasarkan data Trade Map, pada tahun 2024, Malaysia mengimpor minyak mentah (kode HS 2709) dengan volume 22,12 juta ton.
Sebanyak 14,89 juta ton atau 67% di antaranya berasal dari tiga negara di Timur Tengah, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
Berikut daftar 10 negara pemasok minyak mentah terbesar untuk Malaysia pada 2024:
- Arab Saudi: 9,31 juta ton (42,1% dari total volume impor minyak mentah Malaysia)
- Uni Emirat Arab: 4,54 juta ton (20,5%)
- Amerika Serikat: 1,15 juta ton (5.2%)
- Qatar: 1,04 juta ton (4,7%)
- Kamerun: 0,91 juta ton (4,1%)
- Gabon: 0,85 juta ton (3,9%)
- Brasil: 0,81 juta ton (3,7%)
- Angola: 0,67 juta ton (3,0%)
- Sudan: 0,51 juta ton (2,3%)
- Thailand: 0,44 juta ton (2,0%)
Jika digabung, 10 negara tersebut menyumbang 91% dari total volume minyak mentah yang diimpor Malaysia pada 2024.
(Baca: Negara Asal Pengiriman Minyak Via Selat Hormuz pada 2025)