Beberapa metode pembayaran masih dalam proses aktivasi.
Realisasi dan Target Investasi Hulu Migas (2004-2018E)
:[/]
[bold]
:[/]
[bold]
:[/]
[bold]
Nama Data
Target
Realisasi
2004-12-31
5,87 Miliar
-
2005-12-31
8,17 Miliar
-
2006-12-31
8,52 Miliar
-
2007-12-31
10,74 Miliar
-
2008-12-31
12,1 Miliar
-
2009-12-31
11,34 Miliar
-
2010-12-31
13,52 Miliar
-
2011-12-31
16,11 Miliar
-
2012-12-31
17,87 Miliar
-
2013-12-31
20,38 Miliar
-
2014-12-31
20,38 Miliar
-
2015-12-31
15,34 Miliar
-
2016-12-31
11,59 Miliar
-
2017-12-31
12,29 Miliar
10,27 Miliar
2018-12-31
14,45 Miliar
12 Miliar
A Font Kecil
A Font Sedang
A Font Besar
Nilai investasi hulu migas Indonesia pada 2017 hanya mencapai US$ 9,33 miliar atau setara Rp 126 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari US$ 9,18 miliar untuk Wilayah Kerja (WK) eksploitasi dan US$ 180 juta WK eksplorasi. Realisasi investasi hulu migas tahun lalu hanya mencapai 75% dari yang ditargetkan dan juga merupakan yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
Tahun ini pemerintah menargetkan investasi migas sebesar US$ 17,04 miliar, terdiri atas investasi hulu migas US$ 14,45 miliar (Rp 198 triliun) dan hilir US$ 2,59 miliar. Target investasi hulu migas 2018 tersebut 55% lebih tinggi dari realisasi 2017 dan 18% di atas target tahun lalu. Tahun ini juga merupakan pembuktian apakah beralihnya dari sebelumnya menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC)/cost recovery menjadi skema kontrak bagi hasil kotor (gross split) dapat mendorong investasi migas di tanah air.
>
Investasi hulu migas domestik mengalami penurunan tiga kali secara beruntun sejak 2015. Jatuhnya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 30/barel membuat investor sektor migas menahan diri untuk melakukan ekspansi, sebab investasi di sektor ini membutuhkan dana yang cukup besar dan waktu pengembalian yang lama.