Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Tebo, pada 2024 mencapai Rp23,91 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,97% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp21,17 juta .
Meskipun demikian menurut data historisnya, dibandingkan dengan masa setelah pandemi covid, pertumbuhan di wilayah ini terlihat tidak lebih baik karena mencatatkan pertumbuhan yang lebih rendah.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Aceh Barat Daya Menurut Sektor pada 2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 367,25 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp67.299 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 157.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Tebo merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp13,56 jutajuta. PDRB ini tumbuh 6,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp11,17 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 9,59% menjadi Rp2,58 jutajuta, sektor industri pengolahan dengan PDRB Rp1,46 jutajuta (8,68%).
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Maros Menurut Sektor pada 2024)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Tebo, untuk urutan lima besar adalah pertambangan dan penggalian dengan nilai Rp1,18 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh -19.74% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,75 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Tebo pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Tebo ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 51,47%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertambangan dan penggalian, sektor konstruksi, dan sektor industri pengolahan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.