Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Maros, pada 2024 tercatat Rp28,62 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,79% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp26,39 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,36%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 404,98 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp69.208 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 145.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor transportasi dan pergudangan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor transportasi dan pergudangan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp11,71 jutajuta. PDRB ini tumbuh 3,79%.
Di urutan kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 3,48% menjadi Rp4,23 jutajuta, PDRB sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang kali ini diurutan ketiga tumbuh 4,75% menjadi Rp4,23 jutajuta.
Terakhir, PDRB di Kabupaten Maros, untuk urutan lima besar adalah pertambangan dan penggalian dengan nilai Rp2 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 2,12% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,96 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Maros pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Maros ini adalah sektor transportasi dan pergudangan dengan kontribusi mencapai 27,33%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor industri pengolahan, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Jasa Perusahaan.