Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengalami inflasi tahunan sebesar 3,55% (year-on-year/yoy) pada Januari 2026.
Laju inflasi ini menjadi rekor tertinggi dalam dua setengah tahun terakhir, tepatnya sejak Mei 2023, seperti terlihat pada grafik.
Berikut daftar kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi atau kenaikan harga secara tahunan pada Januari 2026, diurutkan dari yang inflasinya tertinggi:
- Perawatan pribadi dan jasa lainnya: 15,22% (yoy)
- Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: 11,93% (yoy)
- Makanan, minuman, dan tembakau: 1,54% (yoy)
- Kesehatan: 1,62% (yoy)
- Penyediaan makanan dan minuman/restoran: 1,36% (yoy)
- Pendidikan: 1,11% (yoy)
- Rekreasi, olahraga, dan budaya: 1,05% (yoy)
- Pakaian dan alas kaki: 0,56% (yoy)
- Transportasi: 0,58% (yoy)
- Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga: 0,16% (yoy)
Sementara hanya ada satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi atau penurunan harga secara tahunan pada Januari 2026, yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,19% (yoy).
Komoditas yang mengalami inflasi atau kenaikan harga tahunan pada awal tahun ini adalah beras, ikan segar, daging ayam ras, bawang merah, kopi bubuk, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), sigaret putih mesin (SPM), dan nasi dengan lauk.
Inflasi tahunan juga terjadi pada tarif listrik, sewa rumah, kontrak rumah, tarif air minum PAM, bahan bakar rumah tangga, upah asisten rumah tangga, sepeda motor, mobil, uang sekolah, dan emas perhiasan.
Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi atau penurunan harga tahunan pada Januari 2026 adalah cabai merah, cabai rawit, bawang putih, tomat, kentang, daging babi, jengkol, terong, sabun detergen bubuk, pelembut pakaian, detergen cair, bensin, telepon seluler, dan uang sekolah SMA.
Pada Januari 2026, seluruh atau 38 provinsi Indonesia mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh dengan laju 6,69% (yoy) dan terendah di Lampung 1,90% (yoy).
(Baca: Laju Inflasi Indonesia Meningkat pada 2025, Tertinggi sejak Pandemi Usai)