Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Pasaman Barat, pada 2024 mencapai Rp21,12 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,08% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp19,54 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 3,71%.
(Baca: Harga Gula Pasir di Pasar Modern Periode April 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 449,68 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp46.259 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 277.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Pasaman Barat merupakan sektor andalan dan menyumbang kontribusi terbesar PDRB pada 2024 lalu dengan nilai mencapai Rp8,5 jutajuta. Nominal ini tumbuh 3,44% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp7,6 jutajuta.
Selanjutnya sektor kedua untuk PDRB terbesar di Kabupaten Pasaman Barat ini adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 4,87% menjadi Rp2,76 jutajuta, sektor industri pengolahan dengan PDRB Rp2,71 jutajuta (2,55%).
(Baca: Harga Bawang Merah Ukuran sedang di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Pasaman Barat, untuk urutan lima besar adalah informasi dan komunikasi dengan nilai Rp1,23 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 4,84% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp1,16 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Pasaman Barat pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Pasaman Barat ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 41,87%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Lainnya,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Jasa Perusahaan,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.