Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Jombang tahun 2024, menunjukkan persentase kemiskinan turun sedikit menjadi 8,6 persen dari 9,15 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin turun 6.790 orang menjadi 110.570 orang, sementara jumlah penduduk naik sedikit 9.802 orang menjadi 1.374.577 jiwa. Pertumbuhan kemiskinan turun 6,01 persen, dengan peringkat se-Indonesia ke-286 dan di Pulau Jawa ke-67.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan Besar untuk Rokok dan Tembakau Kab. Pulang Pisau | 2024)
Data historis kemiskinan 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2004 (24,13 persen) dan terendah di 2024 (8,6 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah di 2008 (-22,4 persen) dan tertinggi di 2020 (7,81 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 8,91 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 9,23 persen. Peringkat se-Indonesia Jombang terus naik dari ke-118 di 2004 ke ke-286 di 2024.
Dibandingkan kabupaten sekitar di Jawa Timur, persentase kemiskinan Jombang (8,6 persen) berada di posisi tengah. Kabupaten Malang memiliki persentase tertinggi di antara mereka (8,98 persen), sedangkan Kota Blitar terendah (6,75 persen). Jumlah penduduk miskin Jombang (110.570 orang) lebih tinggi dari Banyuwangi, Blitar, Lumajang, tapi lebih rendah dari Malang dan Pasuruan.
Kabupaten Banyuwangi
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-378, dengan nilai 6,54 persen dan pertumbuhan turun 10,8 persen. Jumlah penduduk miskin 106.610 orang, lebih sedikit dari Jombang, sementara jumlah penduduk 1,78 juta jiwa lebih banyak. Garis kemiskinan Rp4,71 juta per kapita per tahun (470.713 ribu rupiah per bulan), pendapatan per kapita Rp62,09 juta per tahun, yang lebih tinggi dari Jombang.
Kabupaten Blitar
Peringkat se-Indonesia ke-304 dengan persentase kemiskinan 8,16 persen, turun 5,92 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin 95.910 orang, lebih sedikit dari Jombang, dan jumlah penduduk 1,26 juta jiwa lebih kecil. Garis kemiskinan Rp4,08 juta per kapita per tahun, pendapatan per kapita Rp37,81 juta per tahun, lebih rendah dari Jombang.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Banjar Baru Periode 2004 - 2024)
Kota Blitar
Peringkat se-Indonesia ke-365 dengan persentase kemiskinan 6,75 persen, turun 7,07 persen. Jumlah penduduk miskin hanya 9.860 orang, jauh lebih sedikit dari Jombang, dan jumlah penduduk 160.539 jiwa paling kecil di antara tetangga. Garis kemiskinan Rp5,96 juta per kapita per tahun tertinggi di grup, pendapatan per kapita Rp59,33 juta per tahun lebih tinggi dari Jombang.
Kabupaten Lumajang
Peringkat se-Indonesia ke-282 dengan persentase kemiskinan 8,65 persen, turun 2,95 persen. Jumlah penduduk miskin 91.050 orang lebih sedikit dari Jombang, jumlah penduduk 1,11 juta jiwa lebih kecil. Garis kemiskinan Rp4,05 juta per kapita per tahun, pendapatan per kapita Rp37,58 juta per tahun lebih rendah dari Jombang.
Kabupaten Malang
Peringkat se-Indonesia ke-268 dengan persentase kemiskinan 8,98 persen tertinggi di grup, turun 4,46 persen. Jumlah penduduk miskin 240.140 orang paling banyak, jumlah penduduk 2,73 juta jiwa paling besar. Garis kemiskinan Rp4,20 juta per kapita per tahun, pendapatan per kapita Rp50,59 juta per tahun lebih tinggi dari Jombang.
Kabupaten Pasuruan
Peringkat se-Indonesia ke-284 dengan persentase kemiskinan 8,63 persen, turun 6 persen. Jumlah penduduk miskin 144.840 orang lebih banyak dari Jombang, jumlah penduduk 1,64 juta jiwa lebih banyak. Garis kemiskinan Rp4,50 juta per kapita per tahun, pendapatan per kapita Rp121,69 juta per tahun paling tinggi di grup, jauh lebih tinggi dari Jombang.