Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Hulu Sungai Tengah Turun 1,05% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 22/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan mencapai 3,9% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,05% dari tahun sebelumnya sebesar 4,95%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,74%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Tengah lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,9% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Selatan, PoU di Kabupaten Hulu Sungai Tengah ada di urutan ke-7. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Tanah Bumbu (2,48%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (6,16%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Selatan pada 2025.

  1. Kabupaten Tanah Bumbu: 2,48%
  2. Kabupaten Tabalong: 2,52%
  3. Kabupaten Tapin: 2,76%
  4. Kabupaten Tanah Laut: 3,27%
  5. Kota Banjar Baru: 3,53%
  6. Kabupaten Balangan: 3,71%
  7. Kabupaten Hulu Sungai Tengah: 3,9%
  8. Kabupaten Kota Baru: 4,12%
  9. Kabupaten Banjar: 4,25%
  10. Kota Banjarmasin: 4,42%

(Baca: Proyeksi Jumlah Penduduk Bali Tahun 2025)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...