Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pinrang pada tahun 2024 mencapai 231.885 rupiah, naik sebesar 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini merupakan pengeluaran tertinggi selama tujuh tahun terakhir, dengan selisih sebesar 32.788,9 rupiah dibandingkan tahun 2023 yang nilainya 199.096 rupiah. Pengeluaran ini menyumbang sekitar 11,18 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang mencapai 2.074.460 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Barat 2015 - 2024)
Mari kita lihat perkembangan historis pengeluaran ini selama periode 2018-2024. Pada tahun 2018, pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pinrang sebesar 141.173 rupiah, kemudian naik menjadi 160.787 rupiah pada tahun 2019 dengan pertumbuhan 13,9 persen. Namun, pada tahun 2020 terjadi penurunan sedikit sebesar 2,4 persen menjadi 156.989 rupiah, diikuti penurunan lagi sebesar 3,9 persen pada tahun 2021 menjadi 150.819 rupiah. Setelah itu, pengeluaran kembali naik secara konsisten pada tahun 2022 (175.562 rupiah, pertumbuhan 16,4 persen), 2023 (199.096 rupiah, pertumbuhan 13,4 persen), dan 2024 (231.885 rupiah, pertumbuhan 16,5 persen).
Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2021-2023), pengeluaran tahun 2024 lebih tinggi sebesar sekitar 30,5 persen. Sedangkan dibandingkan lima tahun terakhir (2019-2023), pengeluaran tahun 2024 naik sebesar 44,2 persen. Pertumbuhan tahun 2024 juga menjadi yang tertinggi sejak tahun 2022, menunjukkan bahwa konsumsi makanan dan minuman jadi di Kabupaten Pinrang mengalami peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Dari segi perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Pinrang menempati peringkat keempat untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Wilayah yang menempati peringkat tiga teratas adalah Kota Makassar (256.128 rupiah, pertumbuhan 3 persen), Kota Palopo (248.024 rupiah, pertumbuhan 1,9 persen), dan Kabupaten Bantaeng (241.707 rupiah, pertumbuhan 38,9 persen). Kabupaten Sidenreng Rappang menempati peringkat kelima dengan nilai 231.035 rupiah dan pertumbuhan 23,4 persen. Peringkat ini sama dengan tahun sebelumnya, menunjukkan posisi Kabupaten Pinrang tetap stabil dalam lima besar provinsi.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Gunung Mas | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat data pengeluaran per kapita sebulan untuk kategori lain di Kabupaten Pinrang. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau mencapai 118.230 rupiah, yang lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (49.054 rupiah), perawatan (54.987 rupiah), dan sabun mandi (53.781 rupiah). Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi juga lebih tinggi dibandingkan kategori kecantikan, perawatan, dan sabun mandi, menunjukkan bahwa kategori ini memiliki prioritas yang lebih tinggi dalam anggaran konsumen di wilayah tersebut.
Kota Makassar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Makassar pada tahun 2024 mencapai 791.682 rupiah, naik sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang nilainya 749.224 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 1.012.020 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Makassar pada tahun 2024 sebesar 1.803.702 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Makassar menempati peringkat pertama untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi di Provinsi Sulawesi Selatan, serta peringkat pertama untuk pengeluaran makanan dan bukan makanan secara keseluruhan, menunjukkan bahwa wilayah ini merupakan pusat konsumsi terbesar di provinsi tersebut.
Kota Palopo
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kota Palopo pada tahun 2024 mencapai 760.855 rupiah, naik sebesar 24,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang nilainya 612.672 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 822.375 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 21,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Palopo pada tahun 2024 sebesar 1.583.231 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Palopo menempati peringkat kedua untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pertumbuhan yang signifikan pada kategori makanan, menunjukkan bahwa konsumsi makanan di wilayah ini mengalami peningkatan yang baik dalam satu tahun terakhir.
Kabupaten Bantaeng
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2024 mencapai 759.120 rupiah, naik sebesar 34 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang nilainya 566.357 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 599.915 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 40,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Bantaeng pada tahun 2024 sebesar 1.359.035 rupiah, naik sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Bantaeng menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pertumbuhan tertinggi di antara lima kabupaten/kota teratas, menunjukkan bahwa konsumsi di wilayah ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam satu tahun terakhir.
Kabupaten Sidenreng Rappang
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2024 mencapai 724.856 rupiah, naik sebesar 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang nilainya 566.500 rupiah. Pengeluaran untuk bukan makanan di wilayah ini mencapai 699.112 rupiah pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 29,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran total per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Sidenreng Rappang pada tahun 2024 sebesar 1.423.968 rupiah, naik sebesar 2,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Sidenreng Rappang menempati peringkat kelima untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan pertumbuhan yang tinggi pada kategori bukan makanan, menunjukkan bahwa konsumen di wilayah ini juga mulai meningkatkan pengeluaran untuk barang dan jasa non makanan.