Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, mencapai 75.745 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 84.083 rupiah. Pengeluaran ini merupakan bagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut yang mencapai 267.673 rupiah.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Laos 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Gunung Mas mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2019 mencatat kenaikan tertinggi sebesar 31,8 persen dari tahun 2018, sementara tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 15,2 persen. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 84.083 rupiah, sebelum mengalami penurunan pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran selama tujuh tahun ini berkisar di antara 60.591 hingga 84.083 rupiah per kapita sebulan.
Pengeluaran untuk sabun mandi di Kabupaten Gunung Mas hanya menyumbang sekitar 28,3 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan (84.649 rupiah) dan sekitar 255 persen dari pengeluaran untuk kecantikan (29.750 rupiah). Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi yang mencapai 189.449 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran sabun mandi hanya sekitar 39,9 persen dari nilai tersebut. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas.
Pada tahun 2024, Kabupaten Gunung Mas menempati peringkat ke-8 dalam pengeluaran sabun mandi di antara 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Wilayah dengan pengeluaran sabun mandi tertinggi di provinsi ini adalah Kabupaten Murung Raya dengan 123.415 rupiah per kapita sebulan, yang mengalami kenaikan sebesar 74 persen dari tahun sebelumnya. Berikutnya adalah Kabupaten Lamandau (121.643 rupiah, penurunan 8,2 persen), Kabupaten Seruyan (115.122 rupiah, kenaikan 9,6 persen), Kabupaten Sukamara (105.304 rupiah, kenaikan 8,1 persen), dan Kota Palangkaraya (94.288 rupiah, penurunan 3,6 persen). Peringkat Kabupaten Gunung Mas tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Palangkaraya
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Langkat | 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kota Palangkaraya mencapai 1.929.998 rupiah pada tahun 2024, menempati peringkat ke-2 di Kalimantan Tengah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,8 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.070.682 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di wilayah ini mencapai 837.185 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 13,6 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1.092.813 rupiah, naik sebesar 6,5 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk bukan makanan di Kota Palangkaraya tertinggi di antara kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah ini lebih banyak mengalokasikan dana untuk kebutuhan non-makanan dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Kabupaten Lamandau
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Lamandau mencapai 2.076.552 rupiah pada tahun 2024, menempati peringkat ke-1 di Kalimantan Tengah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 18 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.532.945 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di wilayah ini mencapai 1.055.836 rupiah pada tahun 2024, naik sedikit sebesar 0,2 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 1.020.716 rupiah, naik sebesar 4,7 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun pengeluaran total mengalami penurunan signifikan, Kabupaten Lamandau masih menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi untuk makanan dan bukan makanan di provinsi ini.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Kota Waringin Barat mencapai 1.852.161 rupiah pada tahun 2024, menempati peringkat ke-3 di Kalimantan Tengah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 6,2 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.973.894 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di wilayah ini mencapai 949.234 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 13,3 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 902.927 rupiah, naik sebesar 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Peningkatan pengeluaran untuk makanan di wilayah ini cukup signifikan, meskipun pengeluaran total mengalami penurunan.
Kabupaten Gunung Mas
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Gunung Mas mencapai 1.571.157 rupiah pada tahun 2024, menempati peringkat ke-7 di Kalimantan Tengah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 9,1 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.728.593 rupiah. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di wilayah ini mencapai 875.324 rupiah pada tahun 2024, naik sebesar 11,4 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, pengeluaran untuk bukan makanan mencapai 695.832 rupiah, naik sebesar 12,9 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun pengeluaran total mengalami penurunan, pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan masing-masing mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada tahun 2024.