- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Laos tahun 2024 mencapai 4569,37 unit, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 14,36%. Dibandingkan rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir (2022:9,77%, 2023:20,06%, 2024:14,36%) yaitu sekitar 14,73%, pertumbuhan 2024 sedikit menurun tapi tetap berada di level tinggi. Rata-rata pertumbuhan lima tahun terakhir (2020-2024) adalah 9,72%, sehingga 2024 masih menunjukkan pertumbuhan di atas rata-rata lima tahun tersebut.
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Merangin Rp.68,22 Juta Data per 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Laos terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dalam 10 tahun terakhir (2015-2024), pertumbuhan PDB PPP Laos menunjukkan pola peningkatan yang jelas setelah tahun 2020. Tahun 2017 mencatat pertumbuhan terendah sebesar 0,02% yang berarti ekonomi hampir stagnan, sedangkan tahun 2023 adalah puncak pertumbuhan sebesar 20,06%. Tidak ada anomali dalam data ini, karena peningkatan pertumbuhan setelah 2020 berlangsung secara bertahap hingga puncak di 2023 sebelum sedikit menurun di 2024.
Secara peringkat regional ASEAN, Laos tetap berada di peringkat 3 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Peringkat ini menempatkan Laos di bawah Vietnam (peringkat 1) dan Indonesia (peringkat 2), namun di atas Kamboja (peringkat4), Myanmar (peringkat5), Filipina (peringkat6), Thailand (peringkat7), Malaysia (peringkat8), Singapura (peringkat9), dan Brunei Darussalam (peringkat10).
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kota Banjar | 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Laos akan mencapai 4760,04 unit pada 2025 dengan pertumbuhan 4,17%, yang lebih rendah dari pertumbuhan 2024 tapi tetap positif. Proyeksi selanjutnya hingga 2030 menunjukkan pertumbuhan yang meningkat secara bertahap: 3,3% pada 2026, 4,96% pada2027, 5,32% pada2028,6,09% pada2029, dan 6,96% pada2030. Ini berarti kondisi ekonomi Laos akan terus membaik meskipun pertumbuhan tahun 2025 mengalami penurunan sementara.
Dibandingkan negara ASEAN lain, pertumbuhan PDB PPP Laos tahun2024 (14,36%) jauh lebih tinggi dari sebagian besar negara di wilayah tersebut. Negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam mengalami kontraksi—yaitu pertumbuhan negatif yang berarti nilai PDB PPP mereka menurun dibanding tahun sebelumnya, dengan angka masing-masing -1,49%, -1,61%, -1,46%, dan -4,25%. Sementara itu, Myanmar (3,98%), Vietnam (1,7%), Filipina (0,49%), dan Singapura (0,75%) memiliki pertumbuhan positif tapi jauh lebih rendah dari Laos.