- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data terbaru PDB Paritas Daya Beli Laos tahun 2024 tercatat di angka 4569,37 unit. Angka ini menunjukkan kenaikan berkelanjutan sejak tahun 2015, tanpa pernah terjadi penurunan nilai absolut dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2024, pertumbuhan tahunan mencapai 14,36 persen.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Grobogan | 2024)
Tiga tahun terakhir sejak 2022 hingga 2024, Laos mencatat lonjakan pertumbuhan PDB PPP yang jauh lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Rata-rata pertumbuhan tiga tahun terakhir mencapai 14,73 persen, jauh melampaui rata-rata lima tahun terakhir yang hanya 11,72 persen, dan bahkan 3,5 kali lipat rata-rata pertumbuhan 10 tahun terakhir periode 2015-2024.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Laos terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data historis, pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2017 dengan hanya 0,02 persen atau hampir stagnan, ketika nilai PDB PPP nyaris tidak berubah dari tahun sebelumnya. Sebaliknya puncak kenaikan tertinggi tercatat pada tahun 2023 dengan pertumbuhan tahunan 20,06 persen, yang menjadi anomali tertinggi dibanding seluruh periode sebelumnya yang tidak pernah melebihi 3 persen sebelum tahun 2022.
Sebutan fluktuatif pada pertumbuhan Laos dalam 3 tahun terakhir berarti setelah lonjakan 20,06 persen di 2023, pertumbuhan sedikit melambat menjadi 14,36 persen di 2024 namun tetap berada di level dua digit yang sangat tinggi dibanding seluruh dekade sebelumnya. Tidak terjadi penurunan nilai absolut, hanya perlambatan laju pertumbuhan saja.
(Baca: Harga Minyak Dunia Naik ke US$ 72,21 per Barel (Jumat, 03 Juli 2026))
Sepanjang seluruh periode 10 tahun data yang tercatat, peringkat PDB PPP Laos di wilayah ASEAN tetap konsisten berada di urutan ke 3, tidak ada perubahan kenaikan maupun penurunan peringkat sejak tahun 2015 hingga 2024. Posisi ini berada di atas Kamboja, Myanmar, serta seluruh negara ASEAN lain dengan nilai PDB PPP lebih rendah.
Berdasarkan proyeksi IMF, periode 2025 hingga 2030 akan terjadi perlambatan laju pertumbuhan dibanding 2023 dan 2024, namun tetap tumbuh positif tanpa kontraksi. Kontraksi disini berarti penurunan nilai PDB PPP absolut dibanding tahun sebelumnya, yang menurut data tidak diproyeksikan terjadi setidaknya hingga tahun 2030. Proyeksi pertumbuhan tahunan akan berada di rentang 3,3 persen hingga 6,96 persen.
Jika dibandingkan negara lain di ASEAN, Laos menempati posisi ketiga tertinggi setelah Vietnam dan Indonesia, jauh di atas negara terendah yaitu Brunei Darussalam. Pada data tahun terbaru, pertumbuhan PDB PPP Laos merupakan yang tertinggi di seluruh wilayah ASEAN, mengungguli seluruh negara anggota lain yang rata-rata hanya mencatat pertumbuhan di bawah 4 persen pada periode yang sama.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.868 | +0.05 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |