- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) mencatat PDB Paritas Daya Beli (PPP) Laos pada 2024 mencapai 4569.37 Unit, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini melanjutkan tren positif dari tahun 2023 yang mencapai 3995.75 Unit, menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dalam dua tahun terakhir.
Pertumbuhan PDB PPP Laos dalam tiga tahun terakhir sangat menggembirakan. Pada tahun 2022 tercatat 3328.01 Unit, kemudian melonjak menjadi 3995.75 Unit pada 2023 dan terus meningkat menjadi 4569.37 Unit pada tahun 2024. Ini menunjukkan akselerasi pertumbuhan ekonomi yang signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Belanda 2015 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Laos terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Jika dibandingkan dengan rata-rata PDB PPP Laos dalam lima tahun terakhir (2019-2023), yaitu sekitar 3262.67 Unit, angka 2024 jauh lebih tinggi. Pertumbuhan ini menandakan perbaikan kondisi ekonomi yang substansial dalam beberapa tahun terakhir, melampaui kinerja rata-rata sebelumnya.
Kenaikan tertinggi dalam satu tahun terakhir terjadi pada 2023 dengan pertumbuhan 20.06%. Sementara itu, pertumbuhan terendah dalam sepuluh tahun terakhir terjadi pada tahun 2017 dengan pertumbuhan hanya 0.02%. Anomali pertumbuhan tinggi pada 2023 dan 2024 menunjukkan adanya faktor-faktor khusus yang mendorong ekonomi Laos dalam periode ini.
Secara regional di ASEAN, berdasarkan data IMF, Laos tetap berada di peringkat ketiga untuk PDB PPP. Posisi ini konsisten dengan tahun-tahun sebelumnya, menunjukkan stabilitas relatif dalam kinerja ekonomi Laos dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Thailand 2015 - 2024)
IMF memproyeksikan PDB PPP Laos akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Pada tahun 2025, diproyeksikan mencapai 4760.037 Unit, dan terus tumbuh hingga mencapai 6168.391 Unit pada tahun 2030. Meskipun proyeksi pertumbuhan melambat dibandingkan tahun 2023 dan 2024, tren peningkatan tetap positif.
Di antara negara-negara ASEAN yang datanya tersedia, Brunei Darussalam memiliki angka PDB PPP terendah yaitu 0.496 Unit, jauh di bawah Laos. Untuk peringkat nilai PDB PPP tahun terakhir, Vietnam menduduki peringkat pertama dengan 6956.919 Unit, menyoroti perbedaan signifikan dalam skala ekonomi di kawasan ASEAN.