Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kota Banjar pada tahun 2024 sebesar 32.456 rupiah, mengalami penurunan sebesar 15,5 persen dibandingkan tahun 2023. Selisih pengeluaran kecantikan dengan tahun sebelumnya turun 5.975,6 rupiah, dengan nilai pengeluaran tahun 2023 sebesar 38.431,78 rupiah. Informasi ini berasal dari data Susenas yang diolah oleh BPS.
(Baca: Jumlah Perceraian di Sumatera Barat Periode 2019-2024)
Bandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kota Banjar yang mencapai 270.285 rupiah, pengeluaran untuk kecantikan hanya menyumbang sekitar 12 persen dari total tersebut. Dibandingkan pengeluaran untuk perawatan sebesar 43.662 rupiah, pengeluaran kecantikan masih lebih rendah sebesar 11.206 rupiah. Sementara itu, pengeluaran untuk sabun mandi sebesar 63.129 rupiah dua kali lipat lebih besar dibandingkan pengeluaran kecantikan.
Melihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan Kota Banjar mengalami fluktuasi yang cukup signifikan. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 23.136 rupiah, lalu sedikit menurun menjadi 21.602 rupiah pada 2019. Setelah itu, pengeluaran naik menjadi 24.802 rupiah pada 2020, dan mengalami kenaikan tertinggi sebesar 30,6 persen pada 2021 menjadi 32.386 rupiah. Kenaikan terus berlanjut hingga 2023 dengan nilai tertinggi sebesar 38.432 rupiah, sebelum turun kembali pada 2024.
Dalam perbandingan di Provinsi Jawa Barat, Kota Banjar menempati peringkat ke-18 dari 27 kabupaten/kota untuk pengeluaran kecantikan tahun 2024. Wilayah dengan pengeluaran kecantikan tertinggi di Jawa Barat adalah Kota Bekasi sebesar 99.662 rupiah dengan pertumbuhan 50 persen dibanding tahun sebelumnya, diikuti Kota Sukabumi (75.365 rupiah, penurunan 17,7 persen), Kota Cimahi (71.954 rupiah, kenaikan 8,2 persen), Kota Depok (65.777 rupiah, penurunan 8 persen), dan Kota Bandung (65.579 rupiah, penurunan 7,2 persen).
BPS juga mencatat data pengeluaran non makanan per kapita sebulan Kota Banjar tidak termasuk dalam 26 kabupaten/kota teratas di Jawa Barat. Wilayah dengan pengeluaran non makanan tertinggi adalah Kota Bekasi sebesar 1.908.316 rupiah dengan pertumbuhan 22,4 persen, diikuti Kota Depok (1.674.594 rupiah, 12,8 persen) dan Kota Bogor (1.561.420 rupiah, 50,1 persen). Pengeluaran non makanan ini mencakup berbagai kebutuhan seperti perawatan, transportasi, dan hiburan.
(Baca: Harga Beras Kualitas Medium I di Papua Termahal Nasional (Selasa, 17 Februari 2026))
Kota Bekasi
Kota Bekasi menempati peringkat pertama di Jawa Barat untuk pengeluaran non makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar 1.908.316 rupiah, dengan pertumbuhan 22,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya juga tertinggi di provinsi ini, sebesar 1.224.388 rupiah dengan kenaikan 21,3 persen. Total pengeluaran per kapita sebulan Kota Bekasi mencapai 3.132.705 rupiah, menunjukkan daya beli masyarakat yang cukup tinggi dibanding wilayah lain di Jawa Barat.
Kota Depok
Kota Depok menempati peringkat kedua untuk pengeluaran non makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar 1.674.594 rupiah, dengan pertumbuhan 12,8 persen. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 1.148.659 rupiah dengan kenaikan 9 persen, menempati peringkat kedua di Jawa Barat. Total pengeluaran per kapita sebulan Kota Depok mencapai 2.823.253 rupiah, menunjukkan masyarakat Kota Depok masih memiliki daya beli tinggi meskipun pertumbuhan pengeluaran non makanan lebih rendah dibanding Kota Bekasi.
Kota Bogor
Kota Bogor menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran non makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar 1.561.420 rupiah, dengan pertumbuhan tertinggi di Jawa Barat sebesar 50,1 persen. Namun, pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 909.166 rupiah dengan kenaikan 21 persen, menempati peringkat keenam di provinsi ini. Total pengeluaran per kapita sebulan Kota Bogor mencapai 2.470.586 rupiah, menunjukkan pertumbuhan pengeluaran non makanan yang tinggi tidak diikuti oleh pertumbuhan pengeluaran makanan yang sebanding.
Kota Bandung
Kota Bandung menempati peringkat keempat untuk pengeluaran non makanan per kapita sebulan tahun 2024 sebesar 1.382.176 rupiah, dengan pertumbuhan 12,2 persen. Pengeluaran makanan per kapita sebulannya sebesar 996.064 rupiah dengan kenaikan 17,7 persen, menempati peringkat ketiga di Jawa Barat. Total pengeluaran per kapita sebulan Kota Bandung mencapai 2.378.240 rupiah, menunjukkan masyarakat Kota Bandung mengalokasikan sebagian besar pengeluaran untuk makanan dibandingkan non makanan dibanding Kota Bekasi atau Depok.