Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2024 sedikit turun menjadi 6,92 persen, dari 7,01 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga sedikit turun menjadi 19.900 orang, sementara jumlah penduduk keseluruhan naik menjadi 322.377 jiwa dengan pertumbuhan 1,67 persen.
Berdasarkan data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan di wilayah ini tertinggi pada tahun 2004 sebesar 22,08 persen dan terendah pada tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi tahun 2008 dengan penurunan 32,27 persen, sedangkan tertinggi terjadi tahun 2006 dengan kenaikan 3,14 persen. Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 7,33 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 7,72 persen. Rank seindonesia tahun 2024 adalah 355, turun dari rank 363 tahun sebelumnya.
Dibandingkan enam kabupaten/kota tetangga di Sumatera Utara, persentase kemiskinan Kabupaten Tapanuli Selatan tahun 2024 berada di posisi ke-4. Hanya Kabupaten Serdang Bedagai (6,97 persen), Kabupaten Dairi (7,1 persen), dan Kota Pematang Siantar (7,2 persen) yang memiliki persentase lebih tinggi, sementara yang lain lebih rendah. Jumlah penduduk miskinnya (19.900 orang) lebih tinggi dibanding tiga wilayah tetangga, namun lebih rendah dibanding tiga lainnya.
Kota Binjai
Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 4,75 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 0,84 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 13.860 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 312.628 jiwa dan pertumbuhan 2,17 persen. Garis kemiskinan di sini adalah Rp5,77 juta per kapita per tahun, dan pendapatan per kapita sebesar Rp50,75 juta per tahun. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan adalah 451, termasuk salah satu terendah di Indonesia.
Kabupaten Dairi
Persentase kemiskinan tahun 2024 sebesar 7,1 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya adalah 20.400 orang, lebih tinggi dibanding Kabupaten Tapanuli Selatan, dengan jumlah penduduk keseluruhan 329.341 jiwa dan pertumbuhan 2,24 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp5,03 juta per kapita per tahun, dan pendapatan per kapita sebesar Rp38,40 juta per tahun. Rank seindonesia adalah 343, posisi lebih baik dibanding Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kota Padang Sidimpuan
Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 6,23 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 7,86 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 14.880 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 231.266 jiwa dan pertumbuhan 0,81 persen. Garis kemiskinan di sini adalah Rp5,56 juta per kapita per tahun, dan pendapatan per kapita sebesar Rp35,73 juta per tahun. Rank seindonesia adalah 394, kondisi kemiskinan lebih rendah dibanding Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kabupaten Pakpak Bharat
Persentase kemiskinan tahun 2024 sebesar 6,87 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 6,98 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya hanya 3.730 orang, paling sedikit di antara wilayah tetangga, dengan jumlah penduduk keseluruhan 57.152 jiwa dan pertumbuhan 1,56 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp4,13 juta per kapita per tahun, dan pendapatan per kapita sebesar Rp30,58 juta per tahun. Rank seindonesia adalah 358, posisi hampir sama dengan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kota Pematang Siantar
Persentase kemiskinan tahun 2024 sebesar 7,2 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 0,55 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 18.970 orang, dengan jumlah penduduk keseluruhan 278.325 jiwa dan pertumbuhan 1,14 persen. Garis kemiskinan di sini adalah Rp7,10 juta per kapita per tahun, tertinggi di antara wilayah tetangga, dan pendapatan per kapita sebesar Rp62,63 juta per tahun. Rank seindonesia adalah 339, posisi lebih baik dibanding Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kabupaten Serdang Bedagai
Persentase kemiskinan tahun 2024 sebesar 6,97 persen, dengan pertumbuhan sedikit turun 6,28 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya adalah 43.000 orang, paling banyak di antara wilayah tetangga, dengan jumlah penduduk keseluruhan 690.722 jiwa dan pertumbuhan 1,8 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp5,18 juta per kapita per tahun, dan pendapatan per kapita sebesar Rp60,74 juta per tahun. Rank seindonesia adalah 348, posisi lebih baik dibanding Kabupaten Tapanuli Selatan.