Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Biak Numfor, Papua. Persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 23,46 persen dari 23,53 persen tahun sebelumnya, dengan selisih -0,07 persen. Jumlah penduduk miskin sedikit naik menjadi 35.940 orang, sementara total penduduk mencapai 149.476 jiwa dengan pertumbuhan 1,41 persen. Kabupaten ini berada di rank 41 nasional dan rank 29 di Pulau Papua untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Maybrat 2016-2025)
Data historis kemiskinan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 47,54 persen, dan terendah pada 2024 sebesar 23,46 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada 2008 dengan -21,12 persen, dan tertinggi pada 2005 dengan 5,55 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 23,82 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 24,13 persen, menunjukkan penurunan berkelanjutan. Rank nasional kemiskinan bergeser dari urutan ke-10 pada 2004 ke urutan ke-41 pada 2024, menunjukkan perbaikan status kemiskinan selama dua dekade.
Dibandingkan kabupaten tetangga di provinsi Papua, Kabupaten Biak Numfor memiliki persentase kemiskinan yang lebih tinggi daripada Kabupaten Jayapura (11,6 persen) dan Kabupaten Sarmi (14,05 persen), tapi lebih rendah daripada Kabupaten Kepulauan Yapen (25,69 persen), Kabupaten Waropen (29,85 persen), dan Kabupaten Mamberamo Raya (30,29 persen). Jumlah penduduk miskin Biak Numfor (35.940 orang) lebih besar dari semua kabupaten tetangga, sementara pertumbuhan penduduknya (1,41 persen) berada di tengah-tengah tingkat pertumbuhan kabupaten tetangga.
Kabupaten Jayapura
Berada di rank 188 nasional dengan persentase kemiskinan 11,6 persen, jauh lebih rendah daripada Kabupaten Biak Numfor. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 15.210 orang dengan pertumbuhan 2,01 persen, sementara total penduduk mencapai 203.152 jiwa dengan pertumbuhan 1,07 persen. Pendapatan perkapita di sini mencapai 117,90 juta rupiah per tahun, berada di rank 64 nasional dan menjadi tertinggi di antara kabupaten tetangga Biak Numfor. Garis kemiskinan sebesar 729,23 ribu rupiah per kapita per bulan, rank 58 nasional. Kondisi kemiskinan yang lebih baik di sini didukung oleh pendapatan perkapita yang tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.
Kabupaten Keerom
Berada di rank 87 nasional dengan persentase kemiskinan 15,84 persen, lebih rendah daripada Biak Numfor. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 9.520 orang dengan pertumbuhan 2,15 persen, sementara total penduduk mencapai 70.823 jiwa dengan pertumbuhan 6,66 persen yang cukup tinggi dibandingkan kabupaten lain di wilayah tersebut. Pendapatan perkapita sebesar 56,37 juta rupiah per tahun, rank 214 nasional. Garis kemiskinan sebesar 832,77 ribu rupiah per kapita per bulan, rank 22 nasional. Meskipun pertumbuhan penduduk tinggi, persentase kemiskinan tetap dapat dipertahankan lebih rendah daripada Biak Numfor.
Kabupaten Kepulauan Yapen
(Baca: Persentase Pengangguran 2024 di Kabupaten Jayapura 6,39%)
Berada di rank 33 nasional dengan persentase kemiskinan 25,69 persen, lebih tinggi daripada Biak Numfor. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 26.090 orang dengan pertumbuhan 0,23 persen yang sangat rendah, sementara total penduduk mencapai 115.648 jiwa dengan pertumbuhan 1,08 persen. Pendapatan perkapita sebesar 44,48 juta rupiah per tahun, rank 292 nasional. Garis kemiskinan sebesar 782,03 ribu rupiah per kapita per bulan, rank 37 nasional. Persentase kemiskinan yang lebih tinggi di sini dibanding Biak Numfor meskipun pertumbuhan penduduk miskin sangat rendah menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang lebih kecil menjadi faktor penentu persentase yang tinggi.
Kabupaten Mamberamo Raya
Berada di rank 15 nasional dengan persentase kemiskinan 30,29 persen, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten tetangga Biak Numfor. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 7.890 orang dengan pertumbuhan 4,37 persen, sementara total penduduk mencapai 40.449 jiwa dengan pertumbuhan 3,5 persen. Pendapatan perkapita sebesar 58,53 juta rupiah per tahun, rank 198 nasional. Garis kemiskinan sebesar 861,15 ribu rupiah per kapita per bulan, rank 15 nasional. Persentase kemiskinan yang tinggi di sini meskipun pendapatan perkapita tidak terlalu rendah menunjukkan bahwa distribusi pendapatan di wilayah ini kurang merata.
Kabupaten Sarmi
Berada di rank 120 nasional dengan persentase kemiskinan 14,05 persen, lebih rendah daripada Biak Numfor. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 5.870 orang dengan pertumbuhan 7,71 persen yang tertinggi di antara kabupaten tetangga, sementara total penduduk mencapai 44.200 jiwa dengan pertumbuhan 4,44 persen. Pendapatan perkapita sebesar 88,76 juta rupiah per tahun, rank 98 nasional. Garis kemiskinan sebesar 653,44 ribu rupiah per kapita per bulan, rank 112 nasional. Meskipun pertumbuhan penduduk miskin tertinggi, persentase kemiskinan tetap lebih rendah daripada Biak Numfor karena jumlah total penduduk yang kecil.
Kabupaten Waropen
Berada di rank 19 nasional dengan persentase kemiskinan 29,85 persen, lebih tinggi daripada Biak Numfor. Jumlah penduduk miskinnya sebesar 10.300 orang dengan pertumbuhan 4,46 persen, sementara total penduduk mencapai 38.189 jiwa dengan pertumbuhan 2,42 persen. Pendapatan perkapita sebesar 68,45 juta rupiah per tahun, rank 147 nasional. Tidak ada data garis kemiskinan untuk wilayah ini. Persentase kemiskinan yang tinggi di sini dibanding Biak Numfor menunjukkan bahwa sebagian besar penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan, meskipun pendapatan perkapita tidak terlalu rendah.