Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro tahun 2024 mencapai 11,69%, turun sedikit 0,49 poin dari tahun sebelumnya (12,18%). Jumlah penduduk miskin berjumlah 147.330 orang dari total penduduk 1.365.109 jiwa, dengan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 4,02%. Rank seindonesia untuk persentase kemiskinan tahun ini adalah 184, sedangkan di pulau Jawa berada di urutan 27.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di DI Yogyakarta 2015 - 2024)
Selama periode 2004-2024, persentase kemiskinan di Bojonegoro mengalami tren menurun secara umum, meskipun ada fluktuasi. Tertinggi tercatat pada 2006 sebesar 28,38%, sedangkan terendah pada tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi pada 2010 (-11,71%) dan tertinggi pada 2006 (4,65%). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 12,03%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 12,44%, sehingga angka tahun 2024 berada di bawah kedua rata-rata tersebut.
Dibandingkan dengan kabupaten tetangga di Jawa Timur, persentase kemiskinan Bojonegoro (11,69%) lebih tinggi daripada Madiun (10,63%) dan Trenggalek (10,5%), serta sedikit lebih tinggi daripada Situbondo (11,51%). Namun, angka ini lebih rendah daripada Bondowoso (12,6%), Lamongan (12,16%), dan Pacitan (13,08%). Jumlah penduduk miskin Bojonegoro adalah tertinggi di antara tetangga ini, seiring dengan total penduduknya yang hampir sama besar dengan Lamongan.
Kabupaten Bondowoso
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 151, lebih baik dari Bojonegoro. Persentase kemiskinan tahun 2024 adalah 12,6%, dengan pertumbuhan turun sedikit turun 5,24% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berjumlah 99.620 orang dari total 784.552 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp517,74 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan mencapai Rp33,50 juta. Pertumbuhan penduduk turun sedikit (-2,65%), berbeda dengan Bojonegoro yang mengalami peningkatan penduduk.
Kabupaten Lamongan
Urutan rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 162, lebih baik dari Bojonegoro. Persentase kemiskinan tahun ini sebesar 12,16%, turun sedikit 1,97% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 146.980 orang dari total 1.365.408 jiwa, hampir sama dengan Bojonegoro. Garis kemiskinan mencapai Rp524,64 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan adalah Rp37,79 juta. Pertumbuhan penduduk turun sedikit (-1,29%), berbeda dengan peningkatan di Bojonegoro.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Musi Rawas 2024)
Kabupaten Madiun
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 221, lebih buruk dari Bojonegoro, namun persentase kemiskinan hanya 10,63% — yang terendah di antara tetangga Bojonegoro. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 3,59% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 73.150 orang dari total 739.230 jiwa. Garis kemiskinan Rp460,21 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tahunan Rp33,71 juta. Pertumbuhan penduduk turun sedikit (-2,54%), berbeda dengan Bojonegoro.
Kabupaten Pacitan
Urutan rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 143, lebih baik dari Bojonegoro, meskipun persentase kemiskinan tertinggi di antara tetangga sebesar 13,08%. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 4,16% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 73.030 orang dari total 594.071 jiwa. Garis kemiskinan Rp370,64 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan Rp35,10 juta. Pertumbuhan penduduk turun sedikit (-0,92%), berbeda dengan Bojonegoro.
Kabupaten Situbondo
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 191, lebih buruk dari Bojonegoro, namun persentase kemiskinan sedikit lebih rendah sebesar 11,51%. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 2,97% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 80.170 orang dari total 688.525 jiwa. Garis kemiskinan Rp413,61 ribu per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita tahunan Rp38,68 juta. Pertumbuhan penduduk naik sedikit (1,48%), lebih tinggi daripada Bojonegoro.
Kabupaten Trenggalek
Urutan rank seindonesia persentase kemiskinan adalah 224, lebih buruk dari Bojonegoro, namun persentase kemiskinan terendah di antara tetangga sebesar 10,5%. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 1,11% dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin 73.750 orang dari total 757.444 jiwa. Garis kemiskinan Rp434,15 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan Rp32,73 juta. Pertumbuhan penduduk naik sedikit (0,28%), lebih rendah daripada Bojonegoro.