Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Morowali Utara Naik 1,09% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah mencapai 7,4% pada 2025.
Angka tersebut naik 1,09% dari tahun sebelumnya sebesar 6,31%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,01%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Morowali Utara lebih rendah dibanding rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kabupaten Morowali Utara yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 7,4% dari total penduduk.
Dibanding 12 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tengah, PoU di Kabupaten Morowali Utara ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palu (6,41%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Banggai Kepulauan (19,4%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tengah pada 2025.
- Kota Palu: 6,41%
- Kabupaten Morowali: 6,42%
- Kabupaten Morowali Utara: 7,4%
- Kabupaten Poso: 8,37%
- Kabupaten Parigi Moutong: 9,63%
- Kabupaten Banggai: 10,3%
- Kabupaten Buol: 10,33%
- Kabupaten Tojo Una Una: 12,38%
- Kabupaten Donggala: 12,44%
- Kabupaten Sigi: 13,33%
(Baca: 10 Provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia Tertinggi pada 2024)