Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Bandung pada tahun 2024 sebesar 6,19%. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,28% dibandingkan tahun sebelumnya, di mana persentase kemiskinan berada di angka 6,4%. Jumlah penduduk miskin tercatat sebanyak 239.870 jiwa dari total penduduk 3.773.104 jiwa.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Pulau Jawa, Kabupaten Bandung menempati peringkat ke-93 dalam hal persentase penduduk miskin. Secara nasional, Kabupaten Bandung berada di peringkat ke-395. Kabupaten Bandung menunjukan penurunan tipis, dimana tahun sebelumnya berada di peringkat 397.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamberamo Raya | 2009 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kabupaten Bandung sejak tahun 2004. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006, yakni sebesar 15,15%, sementara angka terendah terjadi pada tahun 2019 dengan 5,94%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,46%, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yaitu 6,61%. Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi tercatat pada tahun 2020 sebesar 16,33% dan terendah pada tahun 2008 turun 28,31%.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa Barat yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Bandung berada di antara Kota Banjar (5,85%) dan Kabupaten Sukabumi (6,87%). Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bandung sejalan dengan tren penurunan yang terjadi di beberapa wilayah lain di Jawa Barat seperti Kota Banjar, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Cimahi dan Kabupaten Sukabumi. Namun, ada juga wilayah yang mengalami sedikit kenaikan, seperti Kabupaten Bekasi.
Kota Banjar
Kota Banjar memiliki persentase kemiskinan 5,85%, menempati urutan ke-406 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 11.160 jiwa dari total penduduk 209.182 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Banjar adalah Rp 430.590 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 26,45 juta per tahun. Pertumbuhan persentase kemiskinan mengalami penurunan 4,72%, sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita sebesar 4,64%. Pertumbuhan penduduk Kota Banjar tercatat 0,5%.
Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bekasi dengan persentase kemiskinan 4,80% menduduki peringkat ke-450 secara nasional. Terdapat 204.540 jiwa penduduk miskin dari total 3.289.743 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di wilayah ini tercatat sebesar Rp 674.924 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kabupaten Bekasi cukup tinggi, yakni Rp 128,69 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskin Kabupaten Bekasi relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,22%, sementara pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 5,79%. Jumlah penduduk tumbuh cukup signifikan yaitu 3,68%.
(Baca: 4,52% Penduduk di Kota Banjarmasin Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor memiliki persentase kemiskinan 7,05%, menempatkannya pada peringkat ke-345 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bogor mencapai 446.790 jiwa dari total populasi 5.664.537 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 513.512 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di Kabupaten Bogor tercatat Rp 54,85 juta per tahun. Pertumbuhan angka kemiskinan menunjukkan penurunan 1,54%, sejalan dengan peningkatan pendapatan per kapita 6,77%. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor adalah 3,08%.
Kota Bogor
Kota Bogor memiliki persentase kemiskinan sebesar 6,53%, menempati peringkat 380 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 73.930 jiwa dari total penduduk 1.137.018 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini adalah Rp 699.861 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 56,61 juta per tahun. Kota Bogor menunjukkan penurunan angka kemiskinan sebesar 1,36%, dengan pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 6,34%. Pertumbuhan penduduk kota ini adalah 1,27%.
Kota Cimahi
Kota Cimahi mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 4,39%, berada di urutan ke-465 di Indonesia. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 27.000 jiwa dari total penduduk 579.906 jiwa. Garis kemiskinan di Kota Cimahi adalah Rp 612.567 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kota ini mencapai Rp 72,52 juta per tahun. Kota Cimahi menunjukkan penurunan angka kemiskinan sebesar 5,46%, dengan pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 5,8%. Pertumbuhan penduduk kota ini adalah 1,59%.
Kabupaten Sukabumi
Kabupaten Sukabumi memiliki persentase kemiskinan 6,87% dan berada di peringkat ke-358 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 175.930 jiwa dari total 2.821.619 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di Kabupaten Sukabumi adalah Rp 416.751 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 31,16 juta per tahun. Angka kemiskinan di wilayah ini menunjukkan penurunan sebesar 1,56% dan pertumbuhan pendapatan per kapita mencapai 6,1%. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Sukabumi adalah 1,73%.