Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat tahun 2025 sebesar 6,10 persen. Angka ini turun 11,85 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 6,92 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga tercatat 24.610 jiwa, turun sebesar 3.110 jiwa dari tahun 2024.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Blitar 2016-2025)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2006 sebesar 16,19 persen. Angka terendah sepanjang catatan historis tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi ranking kemiskinan wilayah ini berada di urutan 375 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama 5 tahun terakhir, angka kemiskinan di wilayah ini bergerak pada rentang 6,59 persen sampai 7,29 persen. Pada tahun 2021 sempat tercatat kenaikan pertumbuhan kemiskinan sebesar 6,27 persen, sebelum kemudian kembali turun hingga mencapai angka terendah di tahun 2025.
Kabupaten Pasaman Barat
Berada di urutan 361 secara nasional, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 6,30 persen dengan penurunan sebesar 10,00 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 31.680 jiwa, garis kemiskinan berada pada angka 669,36 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 49,72 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pasaman
Ranking nasional wilayah ini berada di posisi 382, dengan persentase kemiskinan 6,02 persen yang turun 10,68 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.000 jiwa, garis kemiskinan sebesar 524,53 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita masyarakat berada pada angka 39,95 juta rupiah per tahun.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Musi Banyuasin | 2004 - 2025)
Kabupaten Pesisir Selatan
Memiliki ranking nasional 350, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 6,52 persen dengan penurunan sebesar 12,95 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.530 jiwa, garis kemiskinan sebesar 600,16 ribu rupiah per kapita per bulan, serta pendapatan per kapita masyarakat tercatat 37,67 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Solok Selatan
Menempati urutan 383 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,00 persen dengan penurunan sebesar 8,54 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.440 jiwa, garis kemiskinan berada pada 558,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 40,98 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Solok
Berada di ranking 350 seluruh Indonesia, wilayah ini mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 6,52 persen yang turun 10,81 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 25.230 jiwa, garis kemiskinan sebesar 579,50 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 46,72 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Agam
Menempati posisi 384 ranking nasional, persentase kemiskinan tercatat 5,97 persen dengan penurunan sebesar 12,59 persen pada periode laporan. Jumlah penduduk miskin mencapai 30.570 jiwa, garis kemiskinan sebesar 570,31 ribu rupiah per kapita per bulan, serta pendapatan per kapita masyarakat tertinggi di kelompok ini yaitu 52,21 juta rupiah per tahun.