Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan tahun 2025 sebesar 9,97 persen. Angka ini turun sebesar 2,91 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 12,88 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 22,59 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 69.610 jiwa, berkurang 19.330 jiwa dari tahun 2024.
Sepanjang periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2004 sebesar 36,39 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2025 yaitu 9,97 persen. Secara peringkat nasional, posisi kabupaten ini bergeser dari peringkat 23 tahun 2004 menjadi peringkat 222 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia pada tahun 2025.
(Baca: Persentase Penduduk Laki-Laki di Perdesaan yang Mempunyai Keluhan Kesehatan Periode 2013-2024)
Selama 3 tahun terakhir rata-rata persentase kemiskinan mencapai 12,58 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 13,96 persen. Penurunan terbesar angka kemiskinan terjadi pada tahun 2025 dengan penurunan 22,59 persen. Satu-satunya kenaikan persentase kemiskinan terjadi pada tahun 2015 dengan kenaikan 5,58 persen selama seluruh periode data.
Dari 6 kabupaten kota tetangga dengan nilai kemiskinan berdekatan di Sumatera Selatan, Kabupaten Musi Banyuasin menempati posisi tengah untuk angka persentase kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan wilayah ini tercatat lebih besar dibandingkan seluruh wilayah perbandingan, dengan selisih penurunan minimal 16,97 poin persentase dibanding wilayah lain.
Kabupaten Empat Lawang
Berada di peringkat 196 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 10,48 persen dengan penurunan sedikit 2,78 persen dibanding tahun sebelumnya. Tercatat 27.880 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, dengan garis kemiskinan sebesar 440,41 ribu rupiah per kapita setiap bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 21,15 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan 8,76 persen.
Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Peringkat 241 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,27 persen dengan penurunan 5,60 persen tahun ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 18.870 jiwa, menjadi salah satu jumlah terendah diantara kelompok kabupaten perbandingan. Garis kemiskinan berada di angka 530,58 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 49,70 juta rupiah.
(Baca: Bulan April, Inflasi Sektor Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan di Kabupaten Wonosobo Mencapai 1,13%)
Kota Lubuk Linggau
Pada peringkat 195 nasional, persentase kemiskinan kota ini tercatat 10,49 persen dengan penurunan 5,83 persen. Terdapat 26.350 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin di wilayah ini. Garis kemiskinan mencapai 632,78 ribu rupiah per kapita setiap bulan, sementara pendapatan per kapita tahunan masyarakat tercatat 37,69 juta rupiah dengan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 6,37 persen.
Kabupaten Muara Enim
Berada di peringkat 237 secara nasional, persentase kemiskinan sebesar 9,45 persen tercatat dengan penurunan 3,47 persen pada tahun ini. Jumlah penduduk miskin mencapai 64.820 jiwa, merupakan angka tertinggi dibandingkan seluruh kabupaten dalam kelompok perbandingan. Pendapatan per kapita tahunan mencapai 197,85 juta rupiah, menempati peringkat 30 nasional untuk indikator ini.
Kabupaten Ogan Komering Ulu
Peringkat 216 secara nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan sebesar 10,08 persen dengan penurunan 5,62 persen tahun ini. Terdapat 39.580 jiwa penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan. Garis kemiskinan tercatat 588,23 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita tahunan masyarakat mencapai 57,54 juta rupiah dengan pertumbuhan 7,69 persen.
Kota Prabumulih
Pada peringkat 232 nasional, persentase kemiskinan kota ini tercatat 9,75 persen dengan penurunan 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Terdapat 19.890 jiwa penduduk yang masuk kategori miskin. Garis kemiskinan mencapai 687,67 ribu rupiah per kapita setiap bulan, menjadi nilai garis kemiskinan tertinggi diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan.