- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data historis jumlah sekolah SMA Provinsi Banten periode 2018-2024 menunjukkan tren penambahan konsisten. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 610 unit sekolah SMA, meningkat 3 unit dibandingkan tahun 2023 berjumlah 607 unit. Selama 6 tahun terakhir, jumlah sekolah SMA di Banten bertambah total 65 unit sejak tahun 2018, meskipun data tahun 2025 belum tercatat pada rilis ini. Secara peringkat nasional, jumlah sekolah SMA Banten secara konsisten berada di urutan 6 hingga 8 nasional selama periode pengamatan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Banten 2018 - 2025)
Berdasarkan data pendukung, hingga tahun 2024 dari total 610 unit sekolah SMA di Banten, 161 unit merupakan SMA Negeri sedangkan 449 unit adalah SMA Swasta. SMA Swasta mendominasi dengan porsi 73,6% dari seluruh sekolah SMA, sementara SMA Negeri hanya menyumbang 26,4%. Terjadi penambahan 3 unit SMA Swasta pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan jumlah SMA Negeri tidak mengalami perubahan sama sekali pada periode yang sama.
Jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Banten justru menunjukkan tren penurunan sejak tahun 2021. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 595.520 jiwa, menurun cukup signifikan dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 632.000 jiwa. Selama seluruh periode pengamatan, Banten secara konsisten menempati urutan ke-5 nasional untuk kategori jumlah penduduk usia SMA, yang menunjukkan beban layanan pendidikan menengah atas di provinsi ini tetap termasuk terbesar di Indonesia.
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SD Negeri Lebih dari atau Setara S1 Periode 2017-2024)
Untuk tenaga pendidik, pada tahun 2024 total jumlah guru SMA di Banten mencapai 12.734 orang, hampir tidak berubah dibandingkan tahun 2023 berjumlah 12.737 orang. Terdapat perbedaan tren: jumlah guru serta kepala sekolah SMA Negeri mengalami penurunan sebesar 0,5% pada 2024, sebaliknya tenaga pendidik SMA Swasta justru mengalami kenaikan sebesar 0,5% pada tahun yang sama.
Meskipun jumlah satuan sekolah terus bertambah setiap tahun, angka partisipasi murni SMA Banten pada tahun 2025 baru mencapai 65 persen, meningkat 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan masih ada sekitar 35 persen penduduk usia SMA di Banten yang belum dapat mengakses pendidikan menengah atas hingga saat ini.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.714 | +0.19 | |
| Neraca perdagangan (Mar) | 3,32 | +160.82 | |
| Ekspor Migas (Mar) | 1,28 | +18.60 | |
| Impor Migas (Mar) | 3,17 | +58.74 | |
| Ekspor (Mar) | 22,53 | +1.62 | |
| Impor (Mar) | 19,21 | -8.08 | |
| Kunjungan Wisman (Feb) | 1,16 | -2.42 | |
| Inflasi yoy (Apr) | 2,42% | -1.06 | |
| Inflasi mom (Apr) | 0,13% | -0.28 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| NTP (Apr) | 112,29 | +0.43 |