- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat jumlah sekolah SMA di Kota Tangerang, Banten sepanjang periode 1996 hingga 2025 menunjukkan perkembangan dengan total kenaikan keseluruhan sebesar 34,92 persen. Pada tahun 2025, jumlah sekolah SMA di wilayah ini tercatat sebanyak 85 unit, mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,19 persen dibandingkan tahun 2024 sebelumnya. Secara historis, data mencatat anomali penurunan drastis pada tahun 2016 yaitu sebesar 57,51 persen dari tahun sebelumnya, menjadikan angka sekolah SMA turun dari 193 unit menjadi hanya 82 unit pada periode tersebut.
(Baca: Statistik Jumlah Penduduk Periode 2013-2024)
Selama 3 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan jumlah sekolah SMA di wilayah ini hanya sebesar 1,38 persen per tahun, angka ini lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat 1,11 persen per tahun. Puncak jumlah sekolah SMA tertinggi pernah tercatat pada tahun 2011 dengan total 193 unit, sementara angka terendah tercatat pada tahun awal pencatatan 1996 dengan 63 unit. Sepanjang seluruh periode pencatatan, terdapat 10 kali periode kenaikan jumlah sekolah, 4 kali periode penurunan, dan 1 kali periode stagnan tanpa perubahan jumlah.
Untuk tahun 2025, Kota Tangerang menempati peringkat 17 dari seluruh kabupaten kota di wilayah Pulau Jawa, serta menempati peringkat 23 secara nasional berdasarkan jumlah sekolah SMA. Angka pertumbuhan tahun 2025 sebesar 1,19 persen ini menunjukkan posisi jumlah sekolah SMA saat ini berada di bawah rata-rata seluruh periode yang tercatat sebesar 94,62 unit. Selama 5 tahun terakhir, peringkat wilayah ini di Pulau Jawa mengalami penurunan sebanyak 4 peringkat, dan mengalami penurunan 6 peringkat pada skala nasional.
Kabupaten Lombok Timur
Kabupaten Lombok Timur menempati posisi pertama peringkat wilayah perbandingan secara nasional untuk jumlah sekolah SMA, dengan total tercatat 89 unit pada tahun terakhir. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 8,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi diantara seluruh wilayah yang dibandingkan. Besar selisih penambahan sekolah SMA di wilayah ini mencapai 7 unit dalam satu tahun, menjadikan Kabupaten Lombok Timur memiliki jumlah sekolah SMA diatas nilai Kota Tangerang pada periode yang sama.
Kota Batam
Kota Batam tercatat memiliki jumlah sekolah SMA sebanyak 87 unit pada tahun terakhir, menempati peringkat 21 secara nasional dan peringkat 4 pada kelompok wilayah perbandingan. Wilayah ini mengalami penurunan sedikit sebesar 3,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengurangan sebanyak 3 unit sekolah SMA. Meskipun mengalami penurunan, jumlah sekolah SMA di Kota Batam masih tercatat lebih tinggi dibandingkan Kota Tangerang pada tahun pencatatan yang sama.
Kabupaten Serang
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Riau | 2024)
Kabupaten Serang yang termasuk wilayah Pulau Jawa mencatat jumlah sekolah SMA sebanyak 86 unit pada tahun terakhir, menempati peringkat 16 tingkat pulau dan peringkat 22 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 6,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan penambahan sebanyak 5 unit sekolah SMA. Peringkat Kabupaten Serang berada satu tingkat diatas Kota Tangerang pada skala nasional untuk periode tahun 2025.
Kabupaten Sumenep
Kabupaten Sumenep tercatat memiliki 82 unit sekolah SMA pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan nol persen atau tidak ada perubahan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat 18 tingkat Pulau Jawa dan peringkat 24 secara nasional, berada satu peringkat dibawah Kota Tangerang pada skala nasional. Tidak ada penambahan maupun pengurangan unit sekolah SMA di wilayah ini selama satu periode tahun terakhir pencatatan.
Kabupaten Maluku Tengah
Kabupaten Maluku Tengah mencatat jumlah sekolah SMA sebanyak 82 unit pada tahun terakhir, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 1,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan penambahan 1 unit sekolah. Wilayah ini menempati peringkat pertama wilayah Pulau Maluku dan peringkat 24 secara nasional, memiliki jumlah sekolah SMA yang sama dengan Kabupaten Sumenep pada periode yang sama. Pertumbuhan wilayah ini hampir menyamai rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir Kota Tangerang.
Kota Depok
Kota Depok yang termasuk wilayah Pulau Jawa tercatat memiliki 81 unit sekolah SMA pada tahun terakhir, menempati peringkat 19 tingkat pulau dan peringkat 26 secara nasional. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 2,53 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan penambahan sebanyak 2 unit sekolah SMA. Meskipun memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi dari Kota Tangerang, jumlah total sekolah SMA di Kota Depok masih tercatat lebih rendah 4 unit dibandingkan Kota Tangerang.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.689 | -0.20 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |