Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Buton Tengah Turun 4,14% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 17/04/2026 08:46 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Buton Tengah Provinsi Sulawesi Tenggara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara mencapai 11,87% pada 2025.

Angka tersebut turun 4,14% dari tahun sebelumnya sebesar 16,01%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 5,22%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Buton Tengah lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Buton Tengah yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 11,87% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, PoU di Kabupaten Buton Tengah ada di urutan ke-12. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Kolaka (4,18%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Muna (17,1%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2025.

  1. Kabupaten Kolaka: 4,18%
  2. Kabupaten Konawe Utara: 5,08%
  3. Kabupaten Kolaka Utara: 5,13%
  4. Kabupaten Konawe: 6,73%
  5. Kota Kendari: 7,33%
  6. Kabupaten Kolaka Timur: 7,37%
  7. Kabupaten Wakatobi: 8,0%
  8. Kabupaten Bombana: 8,94%
  9. Kabupaten Buton Selatan: 9,93%
  10. Kota Bau Bau: 10,05%

(Baca: Jakarta Pusat, Kota Paling Padat Penduduk di Jakarta pada 2026)

Data Populer

Loading...