Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Sumbawa Barat semester tahun 2025 sebesar 10,98 persen. Angka ini turun 1,25 poin dari tahun sebelumnya yang tercatat 12,23 persen, dengan penurunan pertumbuhan sebesar 10,22 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 19.460 jiwa, berkurang 1.670 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan di Kab. Nias Barat 2018 - 2024)
Sepanjang periode 2005 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 30,50 persen. Angka terendah dalam catatan 20 tahun ini tercatat tepat pada tahun 2025. Peringkat persentase kemiskinan Kabupaten Sumbawa Barat secara nasional saat ini berada di urutan 174 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir, angka kemiskinan 2025 tercatat lebih rendah 1,74 poin. Sedangkan dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir, angka saat ini lebih rendah 1,68 poin. Pertumbuhan penurunan angka kemiskinan tahun 2025 merupakan penurunan terbesar sejak tahun 2013. Peringkat nasional wilayah ini bergeser turun 14 posisi selama kurun waktu 10 tahun terakhir.
Berikut adalah data perbandingan kondisi kemiskinan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki nilai persentase kemiskinan berdekatan dengan Kabupaten Sumbawa Barat:
Kota Bima
Berada di peringkat 310 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,33 persen dengan penurunan sebesar 9,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 14.540 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai 520,14 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 34,02 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Dompu
(Baca: Data 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Banjarnegara Rp.29,37 Juta)
Peringkat nasional persentase kemiskinan berada di urutan 168, dengan angka tercatat 11,15 persen. Wilayah ini mengalami penurunan persentase kemiskinan sebesar 3,80 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 31.270 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 484,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 38,11 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lombok Barat
Persentase kemiskinan tercatat 11,90 persen dengan peringkat nasional di urutan 150. Wilayah ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan sebesar 5,93 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin mencapai 92.120 jiwa, menjadi salah satu jumlah tertinggi pada kelompok wilayah ini. Garis kemiskinan tercatat 594,14 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 26,51 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Lombok Tengah
Peringkat 186 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 10,68 persen. Wilayah ini mengalami penurunan persentase kemiskinan terbesar di kelompok ini yaitu sebesar 11,52 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 109.250 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 568,91 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat sebesar 21,39 juta rupiah per tahun.
Kota Mataram
Menempati peringkat 323 secara nasional, persentase kemiskinan di wilayah ini tercatat 7,15 persen. Penurunan persentase kemiskinan mencapai 10,62 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 39.820 jiwa. Garis kemiskinan tertinggi di kelompok ini yaitu 689,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 58,09 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sumbawa
Persentase kemiskinan tercatat 11,79 persen dengan peringkat nasional urutan 153. Wilayah ini mengalami penurunan persentase kemiskinan sebesar 8,39 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 58.230 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 492,99 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat sebesar 36,33 juta rupiah per tahun.