Waspada! Siang Ini Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi (Senin, 11 Agustus 2025)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Senin (11/8/2025) pukul 14.03 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok hanya sekali erupsi.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 1.723 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25,4 milimeter dan durasi 43 detik.
(Baca: Masih Ada 381 Hotspot Risiko Tinggi Karhutla di Indonesia pada Awal 2023)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level III (Siaga). Pengamatan kegempaan pada 11 Agustus 2025 pukul 06.00-12.00 WITA menunjukkan terjadi 40 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 11,4-32,5 milimeter dan lama gempa 36-56 detik.
Kemudian, 51 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,6-15,8 milimeter dan lama gempa 26-44 detik serta 7 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 1,9-7,6 milimeter dan lama gempa 77-165 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari sektor Selatan dan Tenggara, sektor Barat serta sektor Timur laut Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2025, MAGMA Indonesia telah merekam 5.560 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (2.221 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 227 kali.
(Baca: NTT Selalu Dilanda Karhutla 10 Tahun Terakhir, BMKG Imbau Tingkatkan Kesiagaan)