Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Dogiyai Turun 11,48% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 17/05/2026 13:16 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah sebesar 46,4% pada 2025.

Angka tersebut turun 11,48% dari tahun sebelumnya sebesar 57,88%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 25,8%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Dogiyai lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Dogiyai yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 46,4% dari total penduduk.

Dibanding 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Papua Tengah, PoU di Kabupaten Dogiyai ada di urutan ke-6. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Nabire (20,19%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Deiyai (48,28%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Papua Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Nabire: 20,19%
  2. Kabupaten Mimika: 20,85%
  3. Kabupaten Puncak Jaya: 25,1%
  4. Kabupaten Intan Jaya: 31,02%
  5. Kabupaten Paniai: 39,89%
  6. Kabupaten Dogiyai: 46,4%
  7. Kabupaten Puncak: 48,22%
  8. Kabupaten Deiyai: 48,28%

(Baca: Jumlah Penduduk Jakarta yang Bekerja Meningkat Awal 2025)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium

Data Populer

Loading...