Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara. Persentase penduduk miskin tercatat 6,63 persen, turun sebesar 0,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Total penduduk miskin di wilayah ini mencapai 3.720 jiwa, berkurang 250 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Halmahera Tengah 31.393 dan Angka Pengangguran 3,43%)
Selama periode 2015 sampai 2025, angka kemiskinan wilayah ini bergerak naik turun. Angka tertinggi tercatat pada tahun 2019 sebesar 7,53 persen, sedangkan angka terendah tercatat pada tahun 2025 ini. Penurunan kemiskinan terbesar terjadi pada tahun 2025 dengan angka pertumbuhan -7,01 persen.
Secara peringkat nasional, wilayah ini berada di urutan 346 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Untuk skala pulau Maluku, Kabupaten Pulau Taliabu menempati urutan 15. Sepanjang catatan historis, peringkat nasional wilayah ini pernah mencapai posisi terbaik 339 pada tahun 2019.
Kabupaten Halmahera Barat
Berada di peringkat 292 nasional untuk angka persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,90 persen dengan penurunan sebesar 9,71 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 525,33 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk sebesar 22,78 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.690 jiwa, mengalami penurunan 9,01 persen dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Halmahera Selatan
Peringkat 436 nasional, memiliki persentase kemiskinan 4,81 persen yang mengalami penurunan sebesar 14,56 persen satu tahun terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 512,22 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk mencapai 114,37 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 11.780 jiwa, turun 13,95 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan | 2004 - 2025)
Kabupaten Halmahera Tengah
Menduduki peringkat 244 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,16 persen dengan penurunan 14,47 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan mencapai 647,98 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita penduduk sangat tinggi yaitu 870,96 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.610 jiwa, turun 12,89 persen.
Kabupaten Kepulauan Sula
Peringkat 301 nasional untuk indikator kemiskinan, mencatatkan angka 7,65 persen dengan penurunan sedikit sebesar 3,89 persen tahun lalu. Garis kemiskinan sebesar 529,75 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita penduduk sebesar 32,72 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 8.050 jiwa, hanya turun 3,13 persen.
Kota Tidore Kepulauan
Peringkat 349 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 6,54 persen dengan penurunan sangat sedikit hanya 0,3 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan sebesar 643,29 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita penduduk sebesar 33,45 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.730 jiwa, justru naik sedikit sebesar 0,15 persen.
Kabupaten Pulau Morotai
Menduduki peringkat 450 nasional, persentase kemiskinan tercatat 4,49 persen dengan penurunan sebesar 12,13 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan sebesar 494,26 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita penduduk sebesar 27,11 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 3.290 jiwa, turun 10,84 persen.