Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Mappi, Papua Selatan sebesar 25,7% pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan sedikit penurunan sebesar 0,08% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 112.071 jiwa, terdapat 27.180 penduduk miskin di Mappi.
Secara historis, angka kemiskinan di Mappi fluktuatif. Tahun 2008 menjadi tahun dengan persentase kemiskinan tertinggi yaitu 36,23%. Sementara tahun 2024 menjadi tahun dengan pertumbuhan angka kemiskinan terendah yaitu -0,08%. Pada tahun 2024, Mappi berada di urutan ke-32 secara nasional dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pekalongan | 2004 - 2024)
Jika dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) yaitu 25,82%, angka kemiskinan saat ini sedikit lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yaitu 25,5%, angka kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi.
Dibandingkan kabupaten lain di Papua Selatan, Mappi memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kabupaten Boven Digoel dan Kabupaten Asmat. Mappi mencatatkan pertumbuhan jumlah penduduk 2,69%, sedikit di bawah Boven Digoel sebesar 4,81% namun masih di bawah Asmat yang mencapai 6,49%.
Kabupaten Boven Digoel
Dengan persentase kemiskinan 19,24% dan menduduki peringkat ke-56 secara nasional, Boven Digoel memiliki 14.050 penduduk miskin. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 622.315 per kapita per bulan, angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah Papua Selatan lainnya. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 84,98 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1,4%.
(Baca: Pengangguran Terbuka Periode 2013-2025)
Kabupaten Merauke
Merauke memiliki persentase kemiskinan 10,19% dan menduduki peringkat ke-234 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 24.720 jiwa, dengan pertumbuhan 2,87%. Dibandingkan dengan jumlah penduduk yang mencapai 246.397 jiwa, persentase penduduk miskin relatif lebih kecil. Garis kemiskinan berada pada angka Rp 484.224 per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai Rp 85 juta per tahun.
Kabupaten Asmat
Asmat memiliki persentase kemiskinan 24,5% dan menduduki peringkat ke-36 secara nasional. Kabupaten ini memiliki 26.240 penduduk miskin, menunjukkan peningkatan sebesar 2,58%. Jumlah penduduk Asmat mencapai 116.993 jiwa. Garis kemiskinan di Asmat tercatat Rp 487.035 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Asmat adalah Rp 28,77 juta per tahun.