Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Manggarai pada 2024 sebesar 19,01 persen.
Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 19,69 persen, dengan pertumbuhan -3,45 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.390 jiwa dari total 342.558 jiwa penduduk, juga mengalami penurunan dari 70.000 jiwa pada tahun sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Pariaman | 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Manggarai berada di urutan dengan persentase kemiskinan yang berdekatan. Perkembangan ini menunjukkan adanya perbaikan, meski perlu dibandingkan lebih lanjut dengan data dari kabupaten tetangga.
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Manggarai terjadi pada 2006, mencapai 33,87 persen. Angka terendah terjadi pada 2024 yaitu 19,01 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2009 dengan -9.84 persen, sedangkan tertinggi pada 2015 sebesar 14.64 persen. Kabupaten Manggarai berada di urutan ke-58 secara nasional dalam persentase kemiskinan.
Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir (2022-2024) adalah 19,51 persen, sementara rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) adalah 19,66 persen. Ini menunjukkan penurunan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Kabupaten Belu
Kabupaten Belu dengan persentase kemiskinan 13,86 persen berada di urutan ke-126 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sebanyak 32.570 jiwa dari total 231.452 jiwa penduduk. Garis kemiskinan di Belu mencapai Rp 476.703,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 25,16 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan turun 1,87 persen, dan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3.08 persen.
Kabupaten Kupang
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tegal Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Kupang memiliki persentase kemiskinan sebesar 21,37 persen, menempatkannya pada urutan ke-48 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 90.340 jiwa, dari total populasi 390.210 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 486.458,00 per kapita per bulan. Sementara itu, pendapatan per kapita penduduk Kupang adalah Rp 25,95 juta per tahun, dengan pertumbuhan 6,67 persen. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sedikit naik 0.12 persen dan persentase kemiskinan turun 1,88 persen.
Kabupaten Manggarai Barat
Kabupaten Manggarai Barat memiliki persentase kemiskinan sebesar 16,74 persen, menduduki peringkat ke-79 di tingkat nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat sebanyak 50.680 jiwa dari total populasi 282.943 jiwa. Garis kemiskinan di Manggarai Barat mencapai Rp 458.834,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduknya adalah Rp 16,62 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sedikit naik 1,46 persen, sementara pertumbuhan persentase kemiskinan turun 0,48 persen.
Kabupaten Malaka
Kabupaten Malaka mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 13,92 persen dan menduduki peringkat ke-123 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Malaka adalah 28.540 jiwa dari total populasi 204.735 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini mencapai Rp 474.853,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk Malaka tercatat sebesar Rp 19,48 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin turun 2,23 persen, dan pertumbuhan persentase kemiskinan menunjukkan penurunan turun 3,47 persen.
Kabupaten Timor Tengah Utara
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memiliki persentase kemiskinan sebesar 20,89 persen, menempatkannya pada urutan ke-51 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 55.030 jiwa dari total populasi 274.104 jiwa. Garis kemiskinan di TTU adalah Rp 499.772,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduknya tercatat Rp 18,71 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin dengan pertumbuhan -3,78 persen, dan pertumbuhan persentase kemiskinan turun 4,39 persen.
Kabupaten Alor
Kabupaten Alor memiliki persentase kemiskinan sebesar 19,87 persen, berada di peringkat ke-55 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di Alor adalah 41.890 jiwa dari total populasi 226.646 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp 446.875,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk Alor adalah Rp 17,81 juta per tahun, dengan pertumbuhan 8.5 persen. Jumlah penduduk miskin hampir stagnan dengan pertumbuhan -0,05 persen, dan persentase kemiskinan turun 0.5 persen.