Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan persentase kemiskinan turun sedikit menjadi 19,01 persen. Jumlah penduduk miskin turun 1.610 orang menjadi 68.390 orang, sementara jumlah penduduk naik sedikit 8.828 orang menjadi 342.558 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,45 persen, dengan rank seindonesia 58 dan rank pulau Nusa Tenggara dan Bali 15.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Yalimo 2016-2025)
Data historis 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di 2006 (33,87 persen) dan terendah di 2024 (19,01 persen). Pertumbuhan tertinggi terjadi di 2006 (6,21 persen) dan terendah di 2009 (-9,84 persen). Nilai 2024 lebih rendah dari rata-rata 3 tahun terakhir (19,51 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (19,87 persen). Rank seindonesia fluktuatif hingga 2014, stabil di 57-59 sejak 2015.
Dibandingkan kabupaten tetangga di NTT, Kabupaten Manggarai memiliki persentase kemiskinan 19,01 persen, lebih tinggi dari Belu, Malaka, dan Manggarai Barat tapi lebih rendah dari Kupang, Timor Tengah Utara, dan Alor. Jumlah penduduk miskinnya hanya kurang dari Kupang, dengan penurunan pertumbuhan kemiskinan lebih besar dibandingkan sebagian tetangga kecuali Timor Tengah Utara.
Kabupaten Belu
Memiliki persentase kemiskinan 13,86 persen dengan rank seindonesia 126, lebih rendah dari Kabupaten Manggarai. Jumlah penduduk miskin 32.570 orang, turun sedikit sebesar 1,87 persen tahun lalu. Jumlah penduduk mencapai 231.452 jiwa, naik sedikit 1,1 persen. Garis kemiskinan sebesar Rp476.703 per kapita per bulan, naik 3,83 persen. Pendapatan per kapita sebesar Rp25,16 juta per tahun, naik 6,07 persen, lebih tinggi daripada Manggarai Barat dan Alor.
Kabupaten Malaka
Persentase kemiskinan 13,92 persen (rank seindonesia 123), sedikit lebih tinggi dari Belu tapi masih jauh di bawah Manggarai. Jumlah penduduk miskin 28.540 orang, turun sedikit 2,23 persen tahun lalu. Jumlah penduduk 204.735 jiwa, naik sedikit 2,48 persen. Garis kemiskinan Rp474.853 per kapita per bulan, naik 3,59 persen. Pendapatan per kapita Rp19,48 juta per tahun, naik 8,72 persen, pertumbuhan tertinggi di antara tetangga Manggarai.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Musi Rawas Utara Periode 2015 - 2024)
Kabupaten Kupang
Memiliki persentase kemiskinan 21,37 persen (rank seindonesia 48), tertinggi di antara tetangga Manggarai. Jumlah penduduk miskin 90.340 orang, naik sedikit 0,12 persen tahun lalu, satu-satunya tetangga yang mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk 390.210 jiwa, naik sedikit 0,77 persen. Garis kemiskinan Rp486.458 per kapita per bulan, naik 3,08 persen. Pendapatan per kapita Rp25,95 juta per tahun, naik 6,67 persen, tertinggi di grup ini.
Kabupaten Manggarai Barat
Persentase kemiskinan 16,74 persen (rank seindonesia 79), lebih rendah dari Kabupaten Manggarai. Jumlah penduduk miskin 50.680 orang, naik sedikit 1,46 persen tahun lalu, satu-satunya tetangga selain Kupang yang mengalami kenaikan jumlah penduduk miskin. Jumlah penduduk 282.943 jiwa, naik sedikit 2,55 persen. Garis kemiskinan Rp458.834 per kapita per bulan, naik 3,23 persen. Pendapatan per kapita Rp16,63 juta per tahun, naik 5,85 persen, terendah di grup ini.
Kabupaten Timor Tengah Utara
Memiliki persentase kemiskinan 20,89 persen (rank seindonesia 51), lebih tinggi dari Kabupaten Manggarai. Jumlah penduduk miskin 55.030 orang, turun sedikit 3,78 persen tahun lalu, penurunan terbesar di antara tetangga Manggarai. Jumlah penduduk 274.104 jiwa, naik sedikit 1,6 persen. Garis kemiskinan Rp499.772 per kapita per bulan, naik 2,89 persen, tertinggi di grup ini. Pendapatan per kapita Rp18,72 juta per tahun, naik 5,35 persen.
Kabupaten Alor
Persentase kemiskinan 19,87 persen (rank seindonesia 55), sedikit lebih tinggi dari Kabupaten Manggarai. Jumlah penduduk miskin 41.890 orang, turun sedikit 0,05 persen tahun lalu, penurunan paling kecil di grup ini. Jumlah penduduk 226.646 jiwa, naik sedikit 2,11 persen. Garis kemiskinan Rp446.875 per kapita per bulan, naik 2,02 persen, terendah di grup ini. Pendapatan per kapita Rp17,81 juta per tahun, naik 8,5 persen, pertumbuhan kedua tertinggi setelah Malaka.