Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Cilegon periode semester 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 3,44 persen, turun sebesar 0,31 persen dibanding tahun sebelumnya. Total penduduk miskin tercatat 16.050 jiwa, turun sebanyak 1.260 jiwa dengan penurunan pertumbuhan sebesar 7,28 persen.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan di Perkotaan Periode 2015-2025)
Sepanjang catatan data 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan Kota Cilegon pernah mencapai titik tertinggi sebesar 5,55 persen pada tahun 2005, dan titik terendah sebesar 3,03 persen pada tahun 2019. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi tercatat 25,57 persen pada tahun 2005, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar 14,15 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kota Cilegon secara nasional berada di urutan 491 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Artinya wilayah ini memiliki tingkat kemiskinan yang lebih rendah dibandingkan 490 kabupaten/kota lain di seluruh wilayah negara. Dalam 3 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan berada di angka 3,72 persen, lebih rendah 0,28 poin dibanding rata-rata 5 tahun terakhir.
Untuk perbandingan wilayah seprovinsi Banten, Kota Cilegon berada di antara empat wilayah lain dengan tingkat persentase kemiskinan berdekatan. Berikut adalah rincian kondisi masing-masing wilayah berdasarkan data resmi BPS:
Kabupaten Serang
(Baca: Inflasi Kesehatan di Kota Malang Bulan April Sebesar 0,18%)
Berada di ranking nasional 452 untuk persentase kemiskinan, dengan angka saat ini sebesar 4,48 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 68.510 jiwa, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,51 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 461,39 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 63,28 juta rupiah per tahun.
Kota Serang
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 407, dengan angka kemiskinan tercatat 5,51 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.070 jiwa, turun sedikit sebesar 1,32 persen dari tahun sebelumnya. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 556,70 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat di wilayah ini tercatat 61,65 juta rupiah per tahun.
Kota Tangerang Selatan
Merupakan wilayah dengan ranking nasional terbaik di kelompok ini yaitu urutan 510, dengan persentase kemiskinan hanya 2,39 persen. Angka ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,27 persen dibanding tahun sebelumnya. Garis kemiskinan mencapai 864,32 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 85,48 juta rupiah per tahun.
Kota Tanggerang
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 417, dengan angka kemiskinan tercatat 5,19 persen. Wilayah ini mencatatkan penurunan persentase kemiskinan sebesar 4,42 persen, penurunan terbesar di antara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan ini. Garis kemiskinan sebesar 838,54 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 122,82 juta rupiah per tahun.