Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Serang mengalami sedikit penurunan. Tahun 2024, persentase penduduk miskin berada di angka 4,51 persen, sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 4,85 persen. Dengan jumlah penduduk 1.756.816 jiwa, terdapat 68.860 penduduk miskin di Kabupaten Serang.
Penurunan persentase kemiskinan ini sejalan dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 6,73 persen dari tahun sebelumnya. Walaupun begitu, pertumbuhan jumlah penduduk tercatat sebesar 2,23 persen. Di Pulau Jawa, Kabupaten Serang menempati urutan ke-105 dalam persentase kemiskinan dan urutan ke-460 secara nasional.
(Baca: 14,51% Penduduk di Kabupaten Nias Masuk Kategori Miskin)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Serang terjadi pada tahun 2005, yaitu 10,47 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 4,08 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2008 dengan penurunan 31,57 persen, sementara pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan kenaikan 21,08 persen. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 4,77 persen, kondisi kemiskinan saat ini lebih baik. Namun, dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 4,96 persen, kemiskinan sedikit lebih rendah.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Banten, persentase kemiskinan Kabupaten Serang berdekatan dengan Kota Cilegon (3,75 persen), Kota Serang (5,65 persen), Kota Tangerang Selatan (2,36 persen), Kabupaten Tangerang (6,55 persen), dan Kota Tangerang (5,43 persen).
Kota Cilegon
Kota Cilegon memiliki persentase kemiskinan 3,75 persen, dengan 17.310 penduduk miskin. Angka ini menempatkan Kota Cilegon pada urutan ke-489 secara nasional. Jumlah penduduknya 476.867 jiwa, dengan pertumbuhan 2,61 persen. Garis kemiskinan di Kota Cilegon mencapai Rp 663.533,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 302,86 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 4,89 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mesuji Periode 2010 - 2024)
Kota Serang
Kota Serang memiliki persentase kemiskinan 5,65 persen, dengan 41.620 penduduk miskin, menduduki peringkat 418 secara nasional. Jumlah penduduk mencapai 743.748 jiwa, dengan pertumbuhan 1,81 persen. Garis kemiskinan di wilayah ini Rp 540.786,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 58,50 juta per tahun. Terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 7,49 persen.
Kota Tangerang Selatan
Dengan persentase kemiskinan 2,36 persen, Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat 509 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 43.330 jiwa dari total populasi 1.429.529 jiwa, yang tumbuh 1,76 persen. Garis kemiskinan di kota ini mencapai Rp 828.278,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 80,18 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 6,43 persen.
Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang memiliki persentase kemiskinan 6,55 persen, menjadikannya berada di urutan 376 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 266.430 jiwa dari total 3.373.149 jiwa, yang bertumbuh 2,64 persen. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 632.941,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 54,73 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 3,58 persen.
Kota Tangerang
Persentase kemiskinan di Kota Tangerang sebesar 5,43 persen, dengan 128.910 penduduk miskin. Kota ini berada di peringkat 424 secara nasional. Jumlah penduduk mencapai 1.927.815 jiwa, dengan pertumbuhan 1,49 persen. Garis kemiskinan di Kota Tangerang mencapai Rp 785.113,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 114,46 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 6,38 persen.