Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan tahun 2024 untuk Kabupaten Serang, Banten, yang menunjukkan persentase penduduk miskin turun menjadi 4,51 persen dari 4,85 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga turun 4.970 orang menjadi 68.860 orang, sementara jumlah keseluruhan penduduk naik 2,23 persen menjadi 1.756.816 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 7,01 persen, menempatkan Kabupaten Serang di peringkat 105 di Pulau Jawa dan 460 se-Indonesia untuk indikator ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Minahasa | 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Serang mencapai nilai tertinggi pada tahun 2005 sebesar 10,47 persen dan terendah pada tahun 2019 sebesar 4,08 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 dengan kenaikan 14,93 persen, sedangkan terendah pada tahun 2008 dengan penurunan 31,57 persen. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 4,77 persen, lebih tinggi dari nilai tahun 2024, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 4,95 persen, juga lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan Kabupaten Serang cenderung naik dari peringkat 334 pada tahun 2004 ke 460 pada tahun 2024, menunjukkan kondisi kemiskinan yang semakin baik dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Dibandingkan kabupaten/kota lain di Banten yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Serang memiliki persentase kemiskinan 4,51 persen tahun 2024 yang lebih tinggi dibandingkan Kota Cilegon (3,75 persen) dan Kota Tangerang Selatan (2,36 persen), namun lebih rendah dibandingkan Kota Serang (5,65 persen), Kabupaten Tanggerang (6,55 persen), dan Kota Tanggerang (5,43 persen). Jumlah penduduk miskin Kabupaten Serang (68.860 orang) berada di posisi tengah di antara wilayah-wilayah tersebut, lebih banyak dari Kota Cilegon (17.310 orang) dan Kota Serang (41.620 orang) namun lebih sedikit dari Kabupaten Tanggerang (266.430 orang) dan Kota Tanggerang (128.910 orang).
Kota Cilegon
Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan adalah 489, dengan nilai 3,75 persen tahun 2024 yang turun 5,78 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 17.310 orang, dengan pertumbuhan turun 4,89 persen, sedangkan jumlah keseluruhan penduduknya 476.867 jiwa dengan pertumbuhan naik 2,61 persen. Pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp302,86 juta per kapita, dengan pertumbuhan naik 5,33 persen, dan garis kemiskinan sebesar Rp663,53 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 4,87 persen. Nilai persentase kemiskinan di wilayah ini lebih rendah dibandingkan Kabupaten Serang, menunjukkan kondisi kemiskinan yang lebih baik, sementara pendapatan per kapita jauh lebih tinggi yang berkorelasi dengan tingkat kemiskinan yang rendah.
Kota Serang
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Jakarta Utara Periode 2004 - 2024)
Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan adalah 418, dengan nilai 5,65 persen tahun 2024 yang turun 8,87 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 41.620 orang, dengan pertumbuhan turun 7,49 persen, dan jumlah keseluruhan penduduknya 743.748 jiwa dengan pertumbuhan naik 1,81 persen. Pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp58,50 juta per kapita, dengan pertumbuhan naik 6,28 persen, dan garis kemiskinan sebesar Rp540,79 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 5,71 persen. Meskipun persentase kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Serang, pertumbuhan penurunan kemiskinan lebih signifikan, namun pendapatan per kapita yang rendah menjadi faktor penyebab tingkat kemiskinan yang lebih tinggi.
Kota Tangerang Selatan
Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan adalah 509, dengan nilai 2,36 persen tahun 2024 yang turun 8,17 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 43.330 orang, dengan pertumbuhan turun 6,43 persen, dan jumlah keseluruhan penduduknya 1.429.529 jiwa dengan pertumbuhan naik 1,76 persen. Pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp80,18 juta per kapita, dengan pertumbuhan naik 6,90 persen, dan garis kemiskinan sebesar Rp828,28 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 5,84 persen. Wilayah ini memiliki persentase kemiskinan terendah di antara wilayah yang dibandingkan, didukung oleh pendapatan per kapita yang cukup tinggi dan garis kemiskinan yang tinggi, menunjukkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik dibandingkan Kabupaten Serang.
Kabupaten Tanggerang
Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan adalah 376, dengan nilai 6,55 persen tahun 2024 yang turun 5,48 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 266.430 orang, dengan pertumbuhan turun 3,58 persen, dan jumlah keseluruhan penduduknya 3.373.149 jiwa dengan pertumbuhan naik 2,64 persen. Pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp54,73 juta per kapita, dengan pertumbuhan naik 6,19 persen, dan garis kemiskinan sebesar Rp632,94 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 4,73 persen. Wilayah ini memiliki persentase kemiskinan tertinggi di antara wilayah yang dibandingkan, dengan jumlah penduduk miskin yang jauh lebih banyak dibandingkan Kabupaten Serang, meskipun jumlah penduduknya juga lebih besar, pendapatan per kapita yang rendah menjadi faktor utama tingkat kemiskinan yang tinggi.
Kota Tanggerang
Peringkat se-Indonesia untuk persentase kemiskinan adalah 424, dengan nilai 5,43 persen tahun 2024 yang turun 7,81 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya 128.910 orang, dengan pertumbuhan turun 6,38 persen, dan jumlah keseluruhan penduduknya 1.927.815 jiwa dengan pertumbuhan naik 1,49 persen. Pendapatan per kapita tahunan sebesar Rp114,46 juta per kapita, dengan pertumbuhan naik 8,06 persen, dan garis kemiskinan sebesar Rp785,11 ribu per kapita per bulan dengan pertumbuhan naik 5,18 persen. Meskipun persentase kemiskinan lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Serang, pendapatan per kapita yang lebih tinggi menunjukkan bahwa masyarakat memiliki daya beli yang lebih baik, namun jumlah penduduk miskin yang lebih banyak disebabkan oleh jumlah penduduk yang lebih besar.