Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Gorontalo Capai 9,05% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 20/04/2026 08:46 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Gorontalo Provinsi Gorontalo (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Gorontalo, Gorontalo sebesar 9,05% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,11% dari tahun sebelumnya sebesar 9,16%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,76%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Gorontalo lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Gorontalo yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,05% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 5 kabupaten/kota lain di Provinsi Gorontalo, PoU di Kota Gorontalo ada di urutan pertama. Wilayah dengan PoU tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Gorontalo Utara (21,04%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Gorontalo pada 2025.

  1. Kota Gorontalo: 9,05%
  2. Kabupaten Boalemo: 15,55%
  3. Kabupaten Bone Bolango: 16,03%
  4. Kabupaten Gorontalo: 16,05%
  5. Kabupaten Pohuwato: 17,34%
  6. Kabupaten Gorontalo Utara: 21,04%

(Baca: 47,5% Penduduk Indonesia Sudah Kawin pada Pertengahan 2025)

Data Populer

Loading...