Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kota Pasuruan tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin sedikit turun menjadi 6,32% dari 6,6% tahun sebelumnya. Selisih nilai turun 0,28% dengan pertumbuhan turun 4,24%. Jumlah penduduk miskin menjadi 13.070 orang dari total penduduk 213.198 jiwa, dengan rank seindonesia 388 dan rank pulau Jawa 90.
Rata-rata persentase kemiskinan Kota Pasuruan selama 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,43%, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 6,57%, sehingga tahun 2024 berada di bawah kedua rata-rata. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi di 2006 (13,71%) dan terendah di 2024 (6,32%). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi di 2006 (10,3%) dan terendah di 2008 (-11,18%). Rank seindonesia bergerak dari 271 di 2004 ke 388 di 2024, menunjukkan posisi kemiskinan Kota Pasuruan semakin baik dibandingkan daerah lain.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Seram Bagian Timur 2016-2025)
Kabupaten Banyuwangi
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 378, sedikit lebih baik dari Kota Pasuruan. Persentase kemiskinan sebesar 6,54% dengan pertumbuhan turun 10,8%, jumlah penduduk miskin 106.610 orang dari total penduduk 1.785.316 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp470,71 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar Rp6,21 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk naik 0,91%, lebih tinggi dibandingkan Kota Pasuruan, namun pertumbuhan kemiskinan turun lebih drastis, menunjukkan upaya penanganan kemiskinan yang lebih efektif dalam satu tahun terakhir.
Kota Blitar
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 365, lebih baik dari Kota Pasuruan. Persentase kemiskinan sebesar 6,75% dengan pertumbuhan turun 7,07%, jumlah penduduk miskin 9.860 orang dari total penduduk 160.539 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp596,11 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar Rp5,93 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk naik 0,71%, sedangkan pertumbuhan kemiskinan turun lebih banyak dibandingkan Kota Pasuruan, meskipun persentase kemiskinan masih sedikit lebih tinggi.
Kota Kediri
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 383, hampir sama dengan Kota Pasuruan. Persentase kemiskinan sebesar 6,51% dengan pertumbuhan turun 8,51%, jumlah penduduk miskin 19.240 orang dari total penduduk 300.456 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp621,05 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar Rp56,58 juta per tahun, yang jauh lebih tinggi dibandingkan Kota Pasuruan. Pertumbuhan penduduk naik 1,23%, dengan penurunan kemiskinan yang lebih signifikan, menunjukkan hubungan pendapatan tinggi dengan penanganan kemiskinan yang lebih baik.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2015 - 2024)
Kota Mojokerto
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 421, lebih baik dari Kota Pasuruan. Persentase kemiskinan sebesar 5,57% dengan pertumbuhan turun 2,88%, jumlah penduduk miskin 7.430 orang dari total penduduk 141.633 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp610,97 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar Rp6,27 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk naik 0,21%, lebih rendah dibandingkan Kota Pasuruan, namun persentase kemiskinan jauh lebih rendah, menunjukkan efisiensi penanganan kemiskinan meskipun pertumbuhan penduduk lambat.
Kota Probolinggo
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 396, sedikit lebih buruk dari Kota Pasuruan. Persentase kemiskinan sebesar 6,18% dengan pertumbuhan turun 3,91%, jumlah penduduk miskin 15.240 orang dari total penduduk 243.054 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp654,41 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar Rp6,16 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sedikit turun 0,34%, namun penurunan kemiskinan lebih lambat dibandingkan Kota Pasuruan, menunjukkan tantangan dalam menjaga stabilitas penduduk sambil menekan angka kemiskinan.
Kabupaten Tulungagung
Rank seindonesia persentase kemiskinan berada di urutan 390, sedikit lebih buruk dari Kota Pasuruan. Persentase kemiskinan sebesar 6,28% dengan pertumbuhan turun 3,47%, jumlah penduduk miskin 66.420 orang dari total penduduk 1.136.572 jiwa. Garis kemiskinan mencapai Rp447,79 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita sebesar Rp4,60 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk naik 0,39%, hampir sama dengan Kota Pasuruan, namun penurunan kemiskinan lebih lambat, menunjukkan upaya penanganan kemiskinan yang perlu diperkuat untuk menyamai Kota Pasuruan.