Menurut jaringan media Timur Tengah Al Jazeera, sampai 4 Maret 2026, serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menewaskan 1.045 warga Iran.
"Insiden tunggal paling mematikan terjadi di kota Minab di Iran bagian tenggara, di mana terjadi serangan ke sekolah dasar putri," kata Al Jazeera.
"Hossein Kermanpour, kepala hubungan masyarakat Kementerian Kesehatan Iran, mengatakan serangan Israel ke sekolah putri di Minab pada hari Minggu telah menewaskan sekitar 180 anak-anak," lanjutnya.
Korban jiwa juga banyak tercatat di Lebanon, setidaknya mencapai 50 orang. Menurut Al Jazeera, korban tewas di Lebanon ini diakibatkan oleh serangan udara Israel.
Israel menyerang Lebanon setelah kelompok militan di negara tersebut, yaitu Hizbullah, meluncurkan roket dan drone ke Israel sebagai pembalasan atas terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam perang ini.
(Baca: Medan Perang AS-Israel vs Iran Jangkau 12 Negara di Timur Tengah)
Sebelumnya, AS dan Israel menyerang Iran sejak Sabtu, 28 Februari 2026, atas tuduhan bahwa Iran mengembangkan program nuklir yang mengancam AS dan sekutunya.
Iran lantas melakukan serangan balasan ke Israel serta pangkalan militer AS yang tersebar di Timur Tengah, dan perang pun masih berlanjut hingga sekarang.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, sampai 4 Maret 2026, serangan AS-Israel sudah menjangkau wilayah Iran, Irak, dan Lebanon.
Kemudian serangan Iran telah menjangkau wilayah Israel, Yordania, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, dan Siprus.
Secara keseluruhan, medan perang AS-Israel versus Iran sudah menjangkau 12 negara di Timur Tengah.
(Baca: Sehari Perang, Pengiriman Minyak di Selat Hormuz Berkurang 86%)