Berdasarkan data yang dihimpun kantor berita Turki, Anadolu Agency, Amerika Serikat (AS) menghabiskan sekitar US$779 juta selama 24 jam pertama serangannya—bersama Israel—terhadap Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026).
Biaya tersebut terdiri dari lima komponen. Peluncuran rudal jelajah Tomahawk jadi yang terbesar dengan porsi mencapai 43,7% dari total perkiraan biaya.
“Meskipun jumlah pastinya masih dirahasiakan, perkiraan menunjukkan sekitar 200 rudal Tomahawk diluncurkan, dengan total biaya amunisi sebesar US$340,4 juta,” tulis Anadolu Agency dalam laporannya.
Kedua, United States Central Command (CENTCOM) yang mengerahkan berbagai jet tempur yang terdiri dari F-18, F-16, F-22, dan F-35 dalam serangan awal.
Berdasarkan jam terbang, biaya pemeliharaan, dan data permintaan amunisi dari permintaan anggaran departemen AS 2025 dan 2026, operasi itu diperkirakan menelan biaya US$271,34 juta (34,8%).
Porsi terbesar ketiga adalah dukungan, pengintaian, dan HIMARS, yang diperkirakan menelan biaya sebesar US$122,2 juta atau 15,7% dari total perkiraan biaya.
Komponen lainnya adalah pengerahan empat pesawat tempur siluman B-2, yang operasinya bisa memakan biaya sekitar US$30,2 juta (3,9%).
Menurut Anadolu Agency, angka itu berdasarkan jam terbang, biaya pemeliharaan, dan data permintaan amunisi dari permintaan anggaran Departemen Pertahanan AS 2025 dan 2026.
Dua kapal induk AS di kawasan tersebut, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, juga ikut serta dalam serangan pertama.
Anadolu Agency menaksir, biaya operasional kapal induk tersebut beserta kontingen kapal perusak dan kapal tempur pesisir diperkirakan mencapai US$15 juta (1,9%).
“Dengan menggabungkan biaya-biaya tersebut, total estimasi biaya untuk serangan AS yang dilakukan pada hari Sabtu lalu saja mencapai US$779,174 juta, atau sekitar 0,1% dari anggaran pertahanan AS tahun 2026,” kata Anadolu Agency.
(Baca: Medan Perang AS-Israel vs Iran Jangkau 12 Negara di Timur Tengah)