Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Buleleng, Bali, mengalami sedikit penurunan. Pada tahun 2024, persentase penduduk miskin tercatat sebesar 5,39%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,85%. Dengan jumlah penduduk 826.193 jiwa, terdapat 36.550 penduduk miskin di Buleleng.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali, penurunan persentase kemiskinan di Buleleng sebesar 7,86%. Kabupaten ini berada di urutan ke-426 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin juga mengalami penurunan sebanyak 2.970 orang.
(Baca: Statistik Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten Indragiri Hilir 2016-2025)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Buleleng selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 sebesar 10,13%, sementara terendah pada tahun 2019 sebesar 5,19%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2010 sebesar 23,53%, dan terendah pada tahun 2009 turun 20,13%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir adalah 5,82%, dan dalam lima tahun terakhir adalah 5,75%.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Bali yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Buleleng memiliki kondisi yang bervariasi. Kabupaten Bangli memiliki persentase kemiskinan 5,06%, Jembrana 4,51%, Karangasem 6,52%, dan Klungkung 5,30%.
Kabupaten Bangli
Dengan persentase kemiskinan 5,06%, Bangli menduduki peringkat ke-441 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 11.790 jiwa dari total populasi 259.392 jiwa. Pertumbuhan jumlah penduduknya meningkat 1,08%. Garis kemiskinan di Bangli tercatat sebesar Rp 465,57 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 32,27 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,67%. Dibandingkan kabupaten lain, pertumbuhan ekonomi Bangli cukup baik.
Kabupaten Jembrana
Jembrana mencatatkan persentase kemiskinan terendah di antara kabupaten yang dibandingkan, yaitu 4,51% dan menduduki peringkat ke-460 secara nasional. Dengan populasi 329.353 jiwa, jumlah penduduk miskinnya mencapai 12.900 jiwa. Garis kemiskinan di Jembrana cukup tinggi, yaitu Rp 531,16 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Jembrana mencapai Rp 51,73 juta per tahun, menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan sebesar 7,17%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Siak Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Karangasem
Dengan persentase kemiskinan 6,52%, Karangasem berada di urutan ke-382 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini cukup signifikan, mencapai 27.760 jiwa dari total populasi 536.477 jiwa. Garis kemiskinan di Karangasem tercatat sebesar Rp 432,41 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 40,23 juta per tahun, dengan pertumbuhan yang stabil sebesar 6,01%. Meskipun demikian, upaya penanggulangan kemiskinan perlu terus ditingkatkan.
Kabupaten Klungkung
Kabupaten Klungkung memiliki persentase kemiskinan 5,30% dan menempati peringkat ke-430 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Klungkung mencapai 9.680 jiwa dari total populasi 222.763 jiwa. Garis kemiskinan di Klungkung tercatat sebesar Rp 411,01 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 52,62 juta per tahun, dengan pertumbuhan yang mengesankan sebesar 9,05%.