Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah pada 2024 sebesar 5,68 persen, naik sebesar 3,84 persen dibanding tahun 2023 (5,47 persen). Jumlah penduduk miskin mencapai 6.860 orang dari total penduduk 132.675 jiwa. Wilayah ini berada di peringkat 23 di Kalimantan dan 413 se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas mencapai tertinggi pada 2006 (11,41 persen) dan terendah pada 2020 (4,75 persen). Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2021 (12,63 persen) dan terendah pada 2007 (-18,58 persen). Persentase 2024 sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (5,59 persen) dan rata-rata 5 tahun terakhir (5,38 persen).
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bima Periode 2004 - 2024)
Dibanding kabupaten lain di Kalimantan Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, persentase kemiskinan Gunung Mas (5,68 persen) lebih rendah dari Barito Timur (6,66 persen), Murung Raya (6,58 persen), dan Seruyan (7,08 persen). Nilainya hampir sama dengan Barito Utara (5,67 persen) dan Kota Waringin Timur (5,66 persen), namun lebih tinggi dari Katingan (5,26 persen).
Kabupaten Barito Timur
Berada di peringkat 371 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka kemiskinan 6,66 persen pada 2024. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar Rp663,12 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita mencapai Rp91,91 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.740 orang dari total penduduk 118.021 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan sebesar 1,75 persen. Jumlah penduduk miskin di sini lebih banyak dibanding Kabupaten Gunung Mas, namun jumlah total penduduknya sedikit lebih kecil.
Kabupaten Barito Utara
Dengan peringkat 414 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 5,67 persen pada 2024, hampir sama dengan Kabupaten Gunung Mas. Garis kemiskinan sebesar Rp628,43 ribu per kapita per bulan dan pendapatan per kapita Rp86,33 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin 7.600 orang dari total 158.514 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan 6,44 persen. Jumlah total penduduknya lebih besar dibanding Gunung Mas, sehingga jumlah miskinnya juga lebih banyak meskipun persentasenya hampir sama.
Kabupaten Katingan
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Lampung Utara Rp.51,76 Juta Data per 2025)
Berada di peringkat 432 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 5,26 persen pada 2024, yang lebih rendah dari Kabupaten Gunung Mas. Garis kemiskinan sebesar Rp615,58 ribu per kapita per bulan dan pendapatan per kapita Rp67,94 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin 9.550 orang dari total 179.950 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan 6,7 persen. Jumlah total penduduknya jauh lebih besar dibanding Gunung Mas, sehingga jumlah miskinnya lebih banyak meskipun persentasenya lebih rendah.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Dengan peringkat 416 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 5,66 persen pada 2024, sedikit lebih rendah dari Kabupaten Gunung Mas. Garis kemiskinan sebesar Rp572,83 ribu per kapita per bulan dan pendapatan per kapita Rp84,77 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin 26.690 orang dari total 443.033 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan 0,45 persen. Jumlah total penduduknya jauh lebih besar dibanding Gunung Mas, sehingga jumlah miskinnya juga jauh lebih banyak.
Kabupaten Murung Raya
Berada di peringkat 372 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 6,58 persen pada 2024, lebih tinggi dari Kabupaten Gunung Mas. Garis kemiskinan sebesar Rp646,76 ribu per kapita per bulan dan pendapatan per kapita Rp100,10 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin 8.050 orang dari total 120.824 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan 3,07 persen. Jumlah total penduduknya sedikit lebih rendah dibanding Gunung Mas, namun jumlah miskinnya lebih banyak.
Kabupaten Seruyan
Dengan peringkat 344 se-Indonesia, persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 7,08 persen pada 2024, yang paling tinggi di antara tetangga Kabupaten Gunung Mas. Garis kemiskinan sebesar Rp642,28 ribu per kapita per bulan dan pendapatan per kapita Rp72,33 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin 16.059 orang dari total 158.282 jiwa, dengan pertumbuhan kemiskinan 2,22 persen. Jumlah total penduduknya lebih besar dibanding Gunung Mas, sehingga jumlah miskinnya juga jauh lebih banyak.