Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas pada 2024 sebesar 5,68%, meningkat 3,84% dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 6.860 jiwa dari total 132.675 jiwa penduduk.
Dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Tengah dengan persentase kemiskinan yang berdekatan, Kabupaten Gunung Mas berada di urutan ke-413 secara nasional. Pertumbuhan angka kemiskinan ini menunjukkan adanya tantangan yang perlu diatasi.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Metro | 2004 - 2024)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas selama periode 2004-2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 11,41%, sementara terendah pada 2020 sebesar 4,75%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2021 sebesar 12,63%. Rata-rata persentase kemiskinan dalam tiga tahun terakhir adalah 5,59% dan lima tahun terakhir 5,33%.
Secara nasional, peringkat kemiskinan Kabupaten Gunung Mas bergeser dari 311 pada 2004 menjadi 413 pada 2024. Data ini mencerminkan dinamika kompleks dalam upaya penanggulangan kemiskinan di wilayah tersebut.
Kabupaten Barito Timur
Kabupaten Barito Timur memiliki persentase kemiskinan sebesar 6,66% dan berada di urutan ke-371 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.740 jiwa, dengan pertumbuhan 1,75%. Jumlah penduduknya 118.021 jiwa dengan pertumbuhan 1,92%. Garis kemiskinan di Barito Timur tercatat sebesar Rp 663.119,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 91,91 juta per tahun, mengalami penurunan -1,13%. Dibandingkan Gunung Mas, Barito Timur memiliki garis kemiskinan lebih tinggi, menunjukkan perbedaan biaya hidup di kedua wilayah.
Kabupaten Barito Utara
Dengan persentase kemiskinan 5,67%, Barito Utara menduduki peringkat ke-414 secara nasional, berdekatan dengan Gunung Mas. Jumlah penduduk miskin tercatat 7.600 jiwa, mengalami pertumbuhan 6,44%. Populasi mencapai 158.514 jiwa, namun mengalami pertumbuhan negatif turun 0,08%. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 628.429,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 86,33 juta per tahun, mengalami penurunan -2,21%. Meskipun persentase kemiskinan mirip dengan Gunung Mas, Barito Utara memiliki jumlah penduduk lebih besar dan pertumbuhan ekonomi yang berbeda.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Bukit Tinggi Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Katingan
Persentase kemiskinan di Kabupaten Katingan tercatat 5,26%, menempatkannya pada urutan ke-432 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Katingan mencapai 9.550 jiwa, dengan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 6,70%. Jumlah penduduk mencapai 179.950 jiwa, dengan pertumbuhan 3,33%. Garis kemiskinan di Katingan tercatat sebesar Rp 615.575,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 67,94 juta per tahun, dengan pertumbuhan positif sebesar 6,97%. Tingkat kemiskinan yang lebih rendah dan pertumbuhan pendapatan per kapita yang baik menunjukkan perkembangan ekonomi yang positif di Katingan.
Kabupaten Kota Waringin Timur
Kabupaten Kota Waringin Timur memiliki persentase kemiskinan sebesar 5,66%, dengan peringkat ke-416 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di daerah ini mencapai 26.690 jiwa, namun pertumbuhannya relatif stabil hanya 0,45%. Dengan populasi 443.033 jiwa dan pertumbuhan 2,16%, kabupaten ini menunjukkan skala yang lebih besar dibandingkan yang lain. Garis kemiskinan di daerah ini adalah Rp 572.827,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 84,77 juta per tahun, dengan pertumbuhan 7,56%. Kota Waringin Timur, sebagai salah satu kabupaten dengan populasi yang cukup besar di Kalimantan Tengah, mencerminkan dinamika ekonomi yang stabil dengan pertumbuhan pendapatan per kapita yang positif.
Kabupaten Murung Raya
Kabupaten Murung Raya mencatat persentase kemiskinan sebesar 6,58% dan berada di urutan ke-372 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 8.050 jiwa dengan pertumbuhan 3,07%. Jumlah penduduknya adalah 120.824 jiwa, dengan pertumbuhan yang cukup tinggi sebesar 4,85%. Garis kemiskinan di Murung Raya tercatat sebesar Rp 646.759,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 100,10 juta per tahun, mengalami penurunan -6,22%. Tingginya pendapatan per kapita namun diikuti penurunan menunjukkan adanya fluktuasi ekonomi yang perlu dicermati.
Kabupaten Seruyan
Kabupaten Seruyan memiliki persentase kemiskinan 7,08%, menjadikannya berada di peringkat ke-344 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 16.059 jiwa, dengan pertumbuhan 2,22%. Jumlah penduduk di kabupaten ini mencapai 158.282 jiwa, tumbuh sebesar 3,34%. Garis kemiskinan di Seruyan adalah Rp 642.281,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 72,33 juta per tahun, mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 8,13%. Pertumbuhan pendapatan per kapita yang tinggi mengindikasikan potensi ekonomi yang sedang berkembang di wilayah ini.