Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Lumajang tahun 2024 sebesar 8,65 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya yang 8,93 persen. Jumlah penduduk miskin juga sedikit turun menjadi 91.050 orang, dari 93.820 orang tahun 2023. Jumlah penduduk kabupaten ini naik sedikit menjadi 1.112.977 jiwa pada tahun 2024, dengan pertumbuhan 1 persen. Rank seindonesia persentase kemiskinan Lumajang tahun 2024 di urutan 282, sedangkan rank menurut pulau Jawa di urutan 65.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Sabun Mandi Kab. Bangka Selatan | 2024)
Dari data historis kemiskinan periode 2004-2024, persentase kemiskinan Lumajang mencapai tertinggi di tahun 2007 sebesar 20,09 persen dan terendah di tahun 2024 sebesar 8,65 persen. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi di tahun 2006 sebesar 5,65 persen, sedangkan terendah di tahun 2009 turun 12,88 persen. Dibanding rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024: 8,88 persen) dan 5 tahun terakhir (2020-2024: 9,13 persen), angka kemiskinan tahun 2024 lebih rendah dari kedua rata-rata tersebut. Rank seindonesia persentase kemiskinan Lumajang mengalami pergeseran dari urutan 284 tahun 2023 ke 282 tahun 2024.
Dibandingkan dengan 6 kabupaten tetangga di Jawa Timur, Kabupaten Lumajang berada di posisi ke-4 berdasarkan persentase kemiskinan tahun 2024. Hanya lebih tinggi dari Kabupaten Blitar (8,16 persen), Jombang (8,6 persen), dan Pasuruan (8,63 persen). Jumlah penduduk miskin Lumajang lebih sedikit dibanding Jember, Malang, Jombang, Pasuruan, dan Blitar, hanya lebih banyak dari Ponorogo. Semua kabupaten yang dibandingkan juga mengalami penurunan sedikit persentase kemiskinan tahun 2024 dibanding tahun sebelumnya.
Kabupaten Blitar
Di urutan 304 se-Indonesia berdasarkan persentase kemiskinan tahun 2024, Kabupaten Blitar memiliki angka 8,16 persen, sedikit turun dari tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -6,1 persen. Jumlah penduduk miskinnya 95.910 orang, dengan jumlah penduduk 1.257.701 jiwa yang naik sedikit sebesar 1,06 persen. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp4.083,99 ribu per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,33 persen, dan pendapatan perkapita sebesar Rp37,81 juta per kapita per tahun yang tumbuh 5,58 persen. Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak dibanding Lumajang, tapi persentasenya lebih rendah karena jumlah penduduknya lebih besar, menunjukkan bahwa proporsi penduduk miskinnya lebih kecil dibanding tetangganya di sebelah timur.
Kabupaten Jember
Berada di urutan 266 se-Indonesia, persentase kemiskinan Jember tahun 2024 sebesar 9,01 persen, sedikit turun dengan pertumbuhan -5,26 persen. Jumlah penduduk miskinnya mencapai 224.770 orang, jauh lebih banyak dari Lumajang, karena jumlah penduduknya yang mencapai 2.605.922 jiwa (naik sedikit 0,6 persen). Garis kemiskinan di sini adalah Rp4.590,43 ribu per kapita per bulan, tumbuh 4,05 persen, dan pendapatan perkapita Rp39,46 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 7,13 persen. Meskipun jumlah penduduknya besar, persentase kemiskinannya hanya sedikit lebih tinggi dari Lumajang, menunjukkan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan di Jember cukup efektif mengendalikan proporsi penduduk miskin meskipun jumlah penduduknya banyak.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pelalawan Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Jombang
Urutan 286 se-Indonesia, persentase kemiskinan Jombang tahun 2024 8,6 persen, sedikit turun dengan pertumbuhan -6,01 persen. Jumlah penduduk miskin 110.570 orang, lebih banyak dari Lumajang, dengan jumlah penduduk 1.374.577 jiwa yang naik sedikit 0,72 persen. Garis kemiskinan Rp5.141,70 ribu per kapita per bulan, tumbuh 5,2 persen, dan pendapatan perkapita Rp39,55 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 6,93 persen. Persentase kemiskinannya hampir sama dengan Lumajang, tapi jumlah penduduk miskinnya lebih banyak karena jumlah penduduknya lebih besar, sehingga kedua kabupaten memiliki proporsi penduduk miskin yang hampir mirip pada tahun 2024.
Kabupaten Malang
Urutan 268 se-Indonesia, persentase kemiskinan Malang tahun 2024 8,98 persen, sedikit turun dengan pertumbuhan -4,97 persen. Jumlah penduduk miskin 240.140 orang, yang paling banyak di antara kabupaten yang dibandingkan, dengan jumlah penduduk 2.727.371 jiwa yang naik sedikit 1,3 persen. Garis kemiskinan Rp4.203,34 ribu per kapita per bulan, tumbuh 5,18 persen, dan pendapatan perkapita Rp50,59 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 7,03 persen. Meskipun persentase kemiskinannya lebih tinggi dari Lumajang, pendapatan perkapitanya jauh lebih besar, menunjukkan potensi ekonomi yang lebih kuat di Kabupaten Malang dibanding Lumajang, yang mungkin berasal dari sektor pariwisata dan industri yang berkembang.
Kabupaten Pasuruan
Urutan 284 se-Indonesia, persentase kemiskinan Pasuruan tahun 2024 8,63 persen, sedikit turun dengan pertumbuhan -6 persen. Jumlah penduduk miskin 144.840 orang, lebih banyak dari Lumajang, dengan jumlah penduduk 1.640.738 jiwa yang naik sedikit 1,11 persen. Garis kemiskinan Rp4.500,88 ribu per kapita per bulan, tumbuh 4,76 persen, dan pendapatan perkapita Rp121,69 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 7,04 persen. Pendapatan perkapitanya yang paling tinggi di antara kabupaten yang dibandingkan membuat persentase kemiskinannya hampir sama dengan Lumajang meskipun jumlah penduduknya lebih besar, menunjukkan bahwa ekonomi Kabupaten Pasuruan jauh lebih kuat dibanding tetangganya.
Kabupaten Ponorogo
Urutan 262 se-Indonesia, persentase kemiskinan Ponorogo tahun 2024 9,11 persen, sedikit turun dengan pertumbuhan -4,41 persen. Jumlah penduduk miskin 80.050 orang, yang paling sedikit di antara kabupaten yang dibandingkan, dengan jumlah penduduk 977.724 jiwa yang naik sedikit 0,46 persen. Garis kemiskinan Rp4.136,19 ribu per kapita per bulan, tumbuh 4,7 persen, dan pendapatan perkapita Rp28,09 juta per kapita per tahun dengan pertumbuhan 6,74 persen. Meskipun jumlah penduduknya lebih kecil dari Lumajang, persentase kemiskinannya lebih tinggi, menunjukkan bahwa proporsi penduduk miskinnya lebih besar, yang mungkin disebabkan oleh potensi ekonomi yang lebih rendah dibanding Lumajang.