Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Pelalawan tahun 2024 naik menjadi 8,49 persen, meningkat 4,17% dari tahun 2023 (8,15 persen). Jumlah penduduk miskin mencapai 49.200 orang, naik 8,61% dari tahun sebelumnya, sedangkan jumlah penduduk total kabupaten ini 434.590 jiwa dengan pertumbuhan 4,6%. Posisi Pelalawan berada di urutan ke-289 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dan ke-157 untuk jumlah penduduk miskin.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kota Jayapura 2018 - 2024)
Data historis kemiskinan Pelalawan periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2004 (24,71 persen) dan terendah di tahun 2023 (8,15 persen). Pertumbuhan persentase kemiskinan tertinggi terjadi di 2013 (8,01%) dan terendah di 2010 (-13,17%). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 8,54 persen, sedikit lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang 8,68 persen. Rank se-Indonesia Pelalawan untuk persentase kemiskinan bergeser dari 313 di 2023 ke 289 di 2024, menunjukkan posisi sedikit lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Dibandingkan kabupaten lain di provinsi Riau yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Pelalawan berada di antara Kabupaten Kuantan Singingi (7,89 persen) dan Kabupaten Rokan Hulu (9,62 persen). Jumlah penduduk miskin Pelalawan (49.200 orang) lebih banyak dari Kuantan Singingi (25.560 orang) tapi lebih sedikit dari Rokan Hulu (75.890 orang). Pendapatan perkapita Pelalawan tidak ada di data banding, namun garis kemiskinan kabupaten tetangga menunjukkan variasi yang cukup besar, mulai dari Rp545,80 ribu hingga Rp736,05 ribu per kapita per bulan.
Kabupaten Kampar
Berada di urutan ke-355 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (6,92 persen), jumlah penduduk miskinnya 63.740 orang dengan pertumbuhan sedikit turun (-0,16%). Jumlah penduduk total 876.767 jiwa, lebih dari dua kali lipat jumlah penduduk Pelalawan. Garis kemiskinan mencapai Rp590,44 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar Rp130,11 juta per tahun. Pertumbuhan pendapatan perkapita sebesar 7,17%, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan penduduk (2,58%), menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang cukup signifikan dalam satu tahun terakhir.
Kabupaten Kepulauan Meranti
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Keerom Periode 2004 - 2024)
Menempati urutan ke-43 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan tertinggi (23,15 persen), jumlah penduduk miskinnya 44.340 orang dengan pertumbuhan sedikit naik (1,19%). Jumlah penduduk total hanya 211.913 jiwa, kurang dari setengah jumlah penduduk Pelalawan. Garis kemiskinan mencapai Rp661,86 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar Rp128,53 juta per tahun. Pertumbuhan pendapatan perkapita sebesar 6,30%, jauh lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk (0,19%), meskipun persentase kemiskinan masih lebih tinggi dibandingkan semua kabupaten tetangga di provinsi Riau.
Kabupaten Kuantan Singingi
Berada di urutan ke-312 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (7,89 persen), jumlah penduduk miskinnya 25.560 orang dengan pertumbuhan sedikit turun (-2,07%). Jumlah penduduk total 360.581 jiwa, sedikit lebih rendah dari jumlah penduduk Pelalawan. Garis kemiskinan mencapai Rp736,05 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar Rp148,88 juta per tahun, tertinggi di antara semua kabupaten tetangga. Pertumbuhan pendapatan perkapita sebesar 7,98%, yang merupakan tertinggi di kelompok ini, menunjukkan peningkatan kesejahteraan yang pesat dalam periode satu tahun.
Kabupaten Rokan Hilir
Menempati urutan ke-346 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (7,01 persen), jumlah penduduk miskinnya 53.490 orang dengan pertumbuhan sedikit turun (-0,85%). Jumlah penduduk total 670.692 jiwa, lebih dari 1,5 kali lipat jumlah penduduk Pelalawan. Garis kemiskinan mencapai Rp545,80 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar Rp152,22 juta per tahun, tertinggi di antara semua kabupaten yang dibandingkan. Pertumbuhan pendapatan perkapita sebesar 5,16%, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk (2,1%), menunjukkan peningkatan kesejahteraan yang stabil dan berkelanjutan.
Kabupaten Rokan Hulu
Berada di urutan ke-249 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (9,62 persen), jumlah penduduk miskinnya 75.890 orang dengan pertumbuhan sedikit naik (2,03%). Jumlah penduduk total 579.685 jiwa, lebih dari 1,3 kali lipat jumlah penduduk Pelalawan. Garis kemiskinan mencapai Rp699,02 ribu per kapita per bulan, sedangkan pendapatan perkapita masyarakat sebesar Rp95,45 juta per tahun, terendah di antara semua kabupaten tetangga. Pertumbuhan pendapatan perkapita sebesar 7,09%, lebih tinggi dari pertumbuhan penduduk (2,06%), namun persentase kemiskinan masih lebih tinggi dari Pelalawan dan sebagian besar kabupaten tetangga di provinsi Riau.