Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau sedikit turun menjadi 4,56% pada tahun 2024. Jumlah penduduk miskin tercatat 5.910 jiwa dari total 142.925 jiwa.
Dibandingkan tahun sebelumnya, persentase kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0,44%. Namun, jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau berada di peringkat yang kurang baik.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kota Pematang Siantar 2024)
Secara historis, persentase kemiskinan tertinggi di Kabupaten Pulang Pisau terjadi pada tahun 2006 sebesar 10,86%, sedangkan terendah pada tahun 2020 sebesar 4,09%. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 4,32%, dan terendah pada tahun 2009 turun 24,02%. Saat ini, Kabupaten Pulang Pisau berada di urutan ke-457 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Pulang Pisau perlu berbenah. Kabupaten Barito Selatan memiliki persentase 4,83%, Kabupaten Kapuas 5,25%, Kabupaten Katingan 5,26%, Kabupaten Kota Waringin Barat 4,11%, Kota Palangkaraya 3,52%, dan Kabupaten Sukamara 4,14%.
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan menempati urutan ke-448 secara nasional dengan persentase kemiskinan 4,83%. Jumlah penduduk miskin mencapai 6.870 jiwa dari total populasi 136.856 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini sebesar Rp 542.075,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 65,47 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk 1,36%, dengan pertumbuhan penduduk miskin 3,15%.
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kapuas mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 5,25%, menempatkannya pada urutan ke-433 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 19.470 jiwa dari total 416.300 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 508.022,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 58,50 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk sedikit lebih lambat yaitu 0,6%, namun pertumbuhan penduduk miskin sebesar 1,46%.
(Baca: Jumlah Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin di Kab. Seruyan 2024)
Kabupaten Katingan
Dengan persentase kemiskinan 5,26%, Kabupaten Katingan berada di peringkat ke-432 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 9.550 jiwa dari total populasi 179.950 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah yang tertinggi di antara kabupaten pembanding, mencapai Rp 615.575,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 67,94 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk cukup tinggi yaitu 3,33%, dan pertumbuhan penduduk miskin sangat signifikan sebesar 6,7%.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat memiliki persentase kemiskinan 4,11% dan menempati urutan ke-475 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 13.430 jiwa dari total populasi 288.850 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 536.747,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 110,40 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk 2,19%, sementara pertumbuhan penduduk miskin mengalami penurunan kecil turun 0,07%.
Kota Palangkaraya
Kota Palangkaraya mencatatkan persentase kemiskinan terendah di antara kabupaten pembanding, yaitu 3,52% dan berada di peringkat ke-494 secara nasional. Jumlah penduduk miskin adalah 10.700 jiwa dari total 310.182 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini sebesar Rp 555.618,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat cukup tinggi, mencapai Rp 84,60 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk 2,6%, sementara pertumbuhan penduduk miskin cukup signifikan sebesar 3,78%.
Kabupaten Sukamara
Kabupaten Sukamara memiliki persentase kemiskinan 4,14% dan berada di urutan ke-474 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 2.900 jiwa, jumlah terendah dibandingkan wilayah lain, dari total populasi 66.118 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah yang tertinggi di antara kabupaten pembanding mencapai Rp 676.781,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat juga cukup tinggi yaitu Rp 95,83 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk 4,88%, dan pertumbuhan penduduk miskin tertinggi yaitu 7,01%.