Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Pulang Pisau pada tahun 2024 sebesar 4,56%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,58%. Dengan jumlah penduduk 142.925 jiwa, terdapat 5.910 penduduk miskin di kabupaten ini.
Kabupaten Pulang Pisau mencatatkan penurunan angka kemiskinan sebesar 0,44% dalam setahun terakhir. Namun, posisi Kabupaten Pulang Pisau masih berada di peringkat 457 secara nasional. Dibandingkan kabupaten lain di Kalimantan Tengah, perkembangan ini perlu perhatian lebih.
(Baca: 7,08% Penduduk di Kabupaten Karawang Masuk Kategori Miskin)
Data historis menunjukkan fluktuasi angka kemiskinan di Pulang Pisau. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006, mencapai 10,86%, sedangkan terendah pada tahun 2020 sebesar 4,09%. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2009, yaitu -24,02%, dan tertinggi pada tahun 2006 sebesar 4,32%. Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) sebesar 4,62%, angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 4,44%, angka kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalimantan Tengah yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Pulang Pisau memiliki posisi yang cukup baik. Kabupaten Barito Selatan memiliki persentase kemiskinan 4,83%, Kabupaten Kapuas 5,25%, Kabupaten Katingan 5,26%, Kabupaten Kota Waringin Barat 4,11%, Kota Palangkaraya 3,52%, dan Kabupaten Sukamara 4,14%.
Kabupaten Barito Selatan
Kabupaten Barito Selatan menduduki peringkat ke-448 secara nasional dalam persentase kemiskinan dengan angka 4,83%. Jumlah penduduk miskin mencapai 6.870 jiwa dari total 136.856 penduduk. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp 542.075 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 65,48 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin menunjukkan kenaikan sebesar 3,15%.
Kabupaten Kapuas
Kabupaten Kapuas mencatatkan persentase kemiskinan sebesar 5,25% dan berada di peringkat 433 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Kapuas mencapai 19.470 jiwa, dari total 416.300 penduduk. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 508.022 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp 58,51 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduknya sebesar 0,6%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Boloang Mongondow | 2004 - 2024)
Kabupaten Katingan
Kabupaten Katingan memiliki persentase kemiskinan 5,26%, menduduki peringkat 432 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 9.550 jiwa dari total 179.950 penduduk. Garis kemiskinan di Katingan cukup tinggi, yaitu Rp 615.575 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat Rp 67,94 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskinnya signifikan, mencapai 6,70%.
Kabupaten Kota Waringin Barat
Kabupaten Kota Waringin Barat memiliki persentase kemiskinan yang lebih rendah dari Pulang Pisau, yaitu 4,11%, menempatkannya pada peringkat 475 secara nasional. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.430 jiwa dari total 288.850 penduduk. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah Rp 536.747 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini cukup tinggi, mencapai Rp 110,40 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk 2,19%.
Kota Palangkaraya
Ibukota Kalimantan Tengah, Kota Palangkaraya, memiliki persentase kemiskinan 3,52% dan berada di peringkat 494 secara nasional. Jumlah penduduk miskin adalah 10.700 jiwa dari total 310.182 penduduk. Garis kemiskinan di kota ini adalah Rp 555.618 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat tinggi, yakni Rp 84,60 juta per tahun. Kenaikan pertumbuhan penduduk miskin 3,78%.
Kabupaten Sukamara
Kabupaten Sukamara memiliki persentase kemiskinan 4,14% dengan peringkat 474 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin hanya 2.900 jiwa dari total 66.118 penduduk. Garis kemiskinan di Sukamara tergolong tinggi, mencapai Rp 676.781 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini juga relatif tinggi, yaitu Rp 95,83 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskinnya cukup tinggi sebesar 7,01%.